Review Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon
Wow, dalam rangka merayakan 5th Anniversary Tangzu, mereka baru-baru ini meluncurkan IEM spesial lagi. Nama dari IEM-nya kali ini adalah Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon. Sebenarnya IEM ini memiliki banyak kesamaan dengan Tangzu Waner 2 seri sebelumnya, namun terdapat beberapa perubahan yang membuat seri dari IEM ini spesial. Mau tau apa saja perubahan yang terdapat pada seri dari IEM ini? Yuk kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
Tangzu merupakan brand produk audio yang sudah banyak sekali menjual berbagai macam barang audio portabel. Mulai dari IEM, eartips, DAC, sampai aksesoris seperti case dan juga tas. Perjalanan mereka selama 5 tahun bersaing di dunia audio portabel yang sangat ketat ini dirayakan dengan dirilisnya IEM baru ini yang bernama Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon.
IEM ini datang dengan membawa berbagai macam kesamaan dari seri Tangzu Waner 2 sebelumnya. Contohnya seperti desain naga pada faceplate-nya yang sama dengan Tangzu Waner 2 Emerald Jade Dragon, namun sekarang berwarna ungu. Dari mulai faceplate sampai dengan kabelnya.
Selain itu, tuning suaranya juga masih mirip dengan Tangzu Waner 2 Red Lion. Itu menandakan kalau driver yang digunakan di dalam IEM ini masih sama dengan Red Lion, yaitu single dynamic driver 10mm berbahan PET (Polyethylene Terephthalate) yang telah disempurnakan. Perbedaan lainnya yang membuat IEM ini menjadi spesial adalah diberikannya 6 pasang eartips yang penuh dengan HE Sonic. Tidak sama seperti seri sebelumnya yang masih memberikan eartips Tangzu Tang Sancai. Lalu di depan box-nya kita bisa langsung melihat nomor seri dari IEM ini, yang menandakan kalau IEM ini dijual dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu sebanyak 5555 unit saja di seluruh dunia. Dengan semua keistimewaan tersebut, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga 440 ribuan sampai dengan 480 ribuan sesuai dengan varian kabelnya.
PACKAGING :
Tangzu memang tidak pernah gagal dalam mendesain tampilan box dari setiap produk yang mereka buat. Box dari IEM ini memiliki tampilan yang lebih sangar dengan sosok perempuan yang bernama Shangguan Wan’er bersama naga ungu di belakangnya yang seakan-akan siap menyergap kita. Selain gambar tersebut, di depan box-nya terdapat nama dari IEM-nya, tulisan “Sonic Eartips”, dan juga nomor seri dari IEM-nya.

Gambar Kelengkapan Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon
Ukuran box-nya masih termasuk besar, sama besarnya seperti box Tangzu Waner 2 Red Lion dan juga Tangzu Waner 2 Emerald Jade Dragon. Di dalamnya kita akan mendapatkan:
- Sepasang IEM
- Sebuah kabel (3.5mm non-Mic, 3.5mm with Mic, atau Type-C with Mic)
- 3 pasang eartips HE Sonic hitam
- 3 pasang eartips HE Sonic Galaxy
- Sebuah pouch
- Cleaning Cloth
DESAIN :
IEM ini memiliki relief/tonjolan berbentuk naga yang sama seperti Tangzu Waner 2 Emerald Jade Dragon, namun kali ini IEM ini memiliki warna yang serba ungu. Warna ungunya sangat sesuai dengan nama dari IEM ini, yaitu Amethyst yang berarti sebuah batu permata berwarna ungu. Dan saat Mimin bandingkan sendiri secara sekilas, tampilan dari batu Amethyst memang lumayan mirip loh dengan warna housing dari IEM-nya, wkwk. Tampilan seperti ini terlihat sangat cantik, elegan, mewah, dan premium. Housing dari IEM ini juga masih terbuat dari plastik yang transparan. Jadinya kita masih bisa melihat isi yang ada di dalam housing-nya. Build quality-nya masih termasuk baik, namun bukan yang paling solid.

Gambar Desain Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon
Agar warna dari keseluruhan IEM ini menjadi lebih senada, kabel bawaan dari IEM-nya dibuat dengan warna ungu yang berkilau. Mimin suka sekali dengan tampilan dari kabelnya. Bahan dari permukaannya sangat halus. Kabel ini juga lebih fleksibel dan lentur bila dibandingkan dengan kabel dari Waner 2 seri sebelumnya. Jadinya kita bisa mengatur kabelnya dengan lebih mudah. Kabel ini terdiri dari 2 strands yang dibuat twisted. Saat dipakai juga, kabel ini aman sekali dari masalah microphonic. Pokoknya kabel dari IEM ini menjadi kabel favorit Mimin bila dibandingkan dengan kabel dari IEM seri sebelumnya.
FITTING :
Secara fitting, Mimin sendiri masih merasa nyaman menggunakan IEM ini. Bentuk dan ukurannya masih aman untuk dipakai kebanyakan telinga orang. Tidak ada finch/sayap maupun bagian yang tajam atau menusuk.
IEM ini juga memiliki nozzle dengan ukuran yang sedang. Mimin juga masih bisa memasangkan eartips HE Sonic hitam ke nozzle IEM ini dengan cukup mudah. Namun karena nozzle-nya agak pendek, hal tersebut mungkin akan membuat beberapa orang yang biasanya menggunakan IEM secara deep fit menjadi kurang nyaman. Untungnya eartips bawaan dari IEM ini sangat nyaman saat digunakan, terutama eartips HE Sonic Galaxy yang terbuat dari liquid silicon. Mimin sangat suka menggunakan IEM ini dengan eartips tersebut karena bahannya yang lembut dengan permukaannya yang halus.
DRIVABILITY :
IEM ini menurut Mimin termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan jack 3.5mm-nya ke DAC/AMP Hiby W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 4-6 dari 30 atau sekitar 16% dari volume maksimalnya.
SUARA :
Di penjelasan suara kali ini, Mimin akan menggunakan eartips HE Sonic Galaxy ke IEM ini. Menurut Mimin, suara dari IEM ini lumayan mirip dengan Red Lion. Jadinya sama-sama terasa balance warm, namun dengan beberapa perbedaan. IEM ini memiliki bass yang terasa lebih pas daripada Red Lion yang terasa sedikit lebih besar. Mid-nya masih lumayan maju, tapi dengan presentasi yang lebih smooth. Dan juga ekstensi treble yang masih hadir dan sedikit diperhalus. Jadi kalau dipersingkat, suara dari IEM ini seperti Red Lion yang sedikit lebih santai.

Gambar Grafik Suara Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon
BASS :
Kuantitas bass yang dihasilkan dari IEM ini termasuk yang lumayan besar. Sub bass dan mid bass-nya juga dibuat dengan cukup balance. Hal tersebut membuat sensasi suara yang dalam dari sub bass dan juga pukulan dari mid bass-nya menjadi sama-sama bisa kita dengar tanpa saling menutupi.
Selain kuantitasnya yang besar, kualitas bass dari IEM ini juga masih tetap diperhatikan oleh Tangzu loh. Saat Mimin mendengarkan lagunya Giga yang berjudul “Dear”, suara hentakan dari mid bass-nya bisa terdengar dengan jelas. Suara getaran dari sub bass-nya juga bisa terasa mantap di sini. Bass yang dihasilkannya mungkin bukan yang paling terkontrol, karena Mimin masih bisa merasakan sedikit bleeding dari suara bass ke lower mid-nya. Tapi hal itu juga masih memiliki dampak baik ke suara vokalnya yang akan Mimin jelaskan di sub bab “Mid”.
MID :
IEM ini memiliki suara vokal yang agak tebal karena pengaruh bass-nya yang agak besar itu. Posisinya juga masih dibuat agak maju seperti seri Waner 2 lainnya, namun dengan presentasi yang lebih smooth. Suara vokal laki-laki dan perempuan juga bisa terasa lumayan setara. Keduanya tidak terasa saling menutupi satu sama lain. Jadinya IEM ini enak sekali dipakai untuk lagu vokalan, baik itu yang dominan dengan suara perempuan maupun laki-laki.
Saat Mimin mendengarkan lagunya 9Lana yang berjudul “DYNA MIND”, suara dari vokalisnya masih terdengar jelas, maju, dan berenergi, tapi terasa sedikit saja ada suara di ujung vokalnya yang agak tertahan. Namun itu juga yang membuat suara vokal dari IEM ini menjadi bebas dari masalah shouty (suara vokal yang terlalu menyemprot). Suara dari vokal laki-laki di lagunya Penthouse yang berjudul “Planetary” juga masih terdengar memiliki bobot yang pas. Suaranya masih terasa cukup tebal dan apa adanya. Bukan yang dibuat menjadi super tebal sampai menjadi sangat husky. Sedangkan suara dari alat musiknya terasa dibuat lebih mundur bila dibandingkan dengan suara vokalnya.
TREBLE :
Suara treble dari IEM ini sangat smooth dan enak banget dipakai berlama-lama. Mimin tidak merasakan adanya suara treble yang tajam, harsh, dan juga sibilance. Kuantitasnya juga masih terasa cukupan. Attack awal dari simbal di lagunya Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku” masih bisa didengarkan dengan baik, walaupun masih terasa kurang berenergi. Suara di spakling dari upper treble-nya juga masih bisa terdengar. Itu menandakan kalau IEM ini masih memiliki ekstensi treble yang baik untuk sebuah IEM dengan suara yang condong menuju ke arah warm.
Jadinya walaupun IEM ini tidak memiliki suara treble yang menggigit, setidaknya detail-detail yang biasanya ada di frekuensi treble masih bisa kita dengarkan dengan baik. Timbre yang dihasilkannya juga termasuk yang natural. Suaranya tidak terasa plastiky ataupun metalik. IEM ini juga memiliki treble yang dibuat cukup linear, karena suara treble-nya tidak dibuat menjadi terlalu menonjol (peak) ataupun tenggelam (dip).
TEKNIS :
IEM ini memiliki level teknikalitas yang setara dengan IEM-IEM lain yang ada di kelas harganya. Bagian teknikalitas yang menurut Mimin menonjol dari IEM ini ada di soundstage-nya yang memiliki bentuk cukup membuat (3D). Walaupun bukan yang paling luas di harganya, tapi suara yang muncul baik itu secara width (kanan-kiri), depth (depan-belakang), dan juga height (atas-bawah)-nya terasa sangat setara.
Suara yang dihasilkannya juga masih cukup terasa terpisah-pisah. Selain itu timbre yang dihasilkannya juga terasa sangat baik dan natural. Sedangkan secara resolusi, detail, dan clarity-nya masih terasa pas saja untuk di kelas harganya. Hal tersebut menunjukan kalau IEM ini tidak begitu menonjol dalam hal teknis. Hal tersebut dapat diwajarkan karena pada umumnya IEM dengan suara yang agak warm cenderung sulit untuk memiliki teknis yang baik. Namun dalam soal tonal dan balancing suaranya, IEM ini sangat layak untuk bersaing di kelasnya.
PENUTUP :
Tangzu Waner 2 Amethyst Dragon merupakan IEM dengan karakter suara balance warm yang terasa santai dan nyaman untuk didengarkan dalam waktu lama. Bass-nya cukup besar dengan sub bass yang dalam dan mid bass yang memiliki memukul, vokalnya terdengar tebal, maju, dan smooth tanpa terasa shouty. Treble-nya juga dibuat sangat smooth namun tetap memiliki ekstensi dan detail yang cukup baik, sehingga keseluruhan tonal dan balancing suaranya terasa natural dan menyenangkan.
Selain suara, IEM ini juga menawarkan desain ungu yang cantik dan elegan, fitting yang nyaman, serta kabel bawaan yang fleksibel dan menjadi salah satu peningkatan yang disukai Mimin. Secara teknikal, performanya masih tergolong sesuai dengan kelas harganya, dengan soundstage 3D yang seimbang dan timbre yang natural. Dengan karakter yang santai dan nyaman, IEM ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang lebih mengutamakan tonal balance dan kenikmatan mendengarkan dibandingkan mengejar teknikalitas.
Cocok untuk:
- Pengguna yang menyukai karakter suara balance warm dan santai.
- Penikmat musik vokalan, baik vokal perempuan maupun laki-laki.
- Pengguna yang menyukai vokal yang maju, tebal, berbobot, dan smooth.
- Pengguna yang menyukai bass cukup besar dengan sub bass dan mid bass yang seimbang.
- Pengguna yang menginginkan treble smooth dan nyaman untuk penggunaan lama.
- Pengguna yang tetap menginginkan ekstensi treble dan detail meskipun menyukai suara warm.
- Pengguna yang menyukai timbre natural.
- Pengguna yang mengutamakan kenyamanan fitting dan eartips yang nyaman.
- Pengguna yang lebih memprioritaskan tonal dan balancing daripada teknikalitas.
Kelebihan:
- Tuning balance warm yang santai dan nyaman.
- Bass cukup besar dengan sub bass yang dalam dan mid bass yang memiliki impact.
- Vokal terdengar tebal, maju, jelas, dan smooth.
- Vokal laki-laki dan perempuan terdengar cukup seimbang.
- Treble sangat smooth dan aman dari harshness maupun sibilance.
- Ekstensi treble masih baik untuk IEM dengan karakter warm.
- Detail di area treble masih dapat terdengar dengan baik.
- Timbre natural.
- Soundstage memiliki bentuk 3D dengan width, depth, dan height yang cukup seimbang.
- Separasi suara masih cukup baik.
- Desain ungu terlihat cantik, elegan, dan premium.
- Fitting nyaman dan ergonomis.
- Eartips HE Sonic Galaxy terasa lembut dan nyaman.
- Kabel bawaan fleksibel, lentur, dan mudah diatur.
Kekurangan:
- Attack treble, khususnya simbal, terasa kurang berenergi.
- Nozzle yang agak pendek bisa kurang cocok bagi pengguna yang terbiasa melakukan deep fit.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




