Review QoA x 7th Acoustics Ryusei
Akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga. IEM kolaborasi antara QoA dan 7th Acoustics yaitu Ryusei. IEM ini menjadi sangat spesial karena merupakan hasil kolaborasi antara QoA dari Cina yang sudah memiliki banyak sekali IEM cantik dengan arah suara khasnya serta 7th Acoustics yang merupakan produsen IEM butik asal Bandung, Indonesia dengan IEM-IEM premiumnya yang sudah terkenal secara internasional. Mau tau sebagus apa IEM ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
QoA x 7th Acoustics Ryusei merupakan hasil kolaborasi yang lahir dari filosofi sederhana dari 7th Acoustics, yaitu menciptakan sebuah IEM single dynamic driver yang mampu menghasilkan suara dengan frekuensi yang lengkap serta teknikalitas yang sangat lawan banyak IEM di atas kelasnya. Jenis DD yang digunakan adalah Single Nano Gold Plated Dynamic Driver.
Nama “Ryusei” berasal dari bahasa Jepang yang berarti “meteor” yang melambangkan cahaya yang melintas di langit malam dan menjadi simbol keindahan dan semangat. Sebagai produsen, QoA yang dikenal karena desain artistik pada banyak IEM-nya, serta 7th Acoustics yang sangat hebat dalam mentuning suara, perpaduan antara kedua pihak tersebut akhirnya dapat menghadirkan Ryusei sebagai IEM yang dapat memberikan kualitas suara tertinggi dengan harga yang lebih terjangkau. Harga dari IEM ini di marketplace Indonesia adalah 1,8 jutaan.
PACKAGING :
Buat kalian yang suka dengan karakter anime perempuan atau waifu, pastinya akan suka dengan box dari IEM ini. Karena di depan box-nya terdapat gambar waifu dari Ryusei. Gambar waifu ini juga didesain langsung oleh ilustrator asal Indonesia yang dibantu juga oleh pihak 7th Acoustics. Ukuran box-nya termasuk sedang dengan isi yang terbilang banyak. Di dalam box-nya terdapat:
- 1 pasang QoA x 7th Acoustics Ryusei.
- 1 kabel Litz Coaxial Structure.
- 5 pasang Final Audio Type E Eartips.
- 3 pasang White Normal Bore Eartips.
- 1 Premium Black Carrying Case.

Gambar Packaging QoA x 7th Acoustics Ryusei
DESAIN :
Tampilan faceplate IEM ini juga sangat cantik dan menawan. Faceplate-nya memiliki campuran warna antara biru tua dan hijau yang sangat eye-catching. Desain ini juga terinspirasi dari suasana langit malam yang dipenuhi cahaya bintang. Fun fact-nya, kedua warna ini dipilih langsung oleh 7th Acoustics karena sangat merepresentasikan tampilan dari seorang Virtual Youtuber terkenal dan juga Vocaloid legenda asal Jepang yang sangat mereka idolakan, wkwk. IEM ini memiliki tampilan yang bisa memberikan kesan premium, elegan, natural, dan high-end secara bersamaan.
Bahan yang digunakan untuk housing dari IEM ini adalah resin yang dibuat dengan sangat rapi. Build quality-nya juga termasuk yang bagus. Mimin sama sekali tidak menemukan adanya bagian housing yang kasar, lancip, ataupun tajam.

Gambar Kabel QoA x 7th Acoustics Ryusei
Oh iya, menurut Mimin kabel bawaan dari IEM ini bisa menjadi salah satu yang terbaik untuk di kelas harganya. Bahannya terbuat dari Litz Coaxial Structure, SPC + OCC + Graphene yang terdiri dari 2 strands. Bagian bawah dari kabelnya diberi sleeve berwarna hitam yang dapat melindungi kabel dari kerusakan fisik dan juga merapikan tampilan kabel tersebut. IEM ini memiliki 2 varian kabel. Ada yang 3.5mm dan ada juga yang 4.4mm. Overall tampilan dari kabelnya menurut Mimin sangat cocok untuk dipasangkan dengan IEM-nya.
FITTING :
Bentuk shell dari IEM ini sangat ergonomik. Biasanya bentuk sebuah IEM yang ergonomik memiliki finch atau sayap pada bagian shell-nya. Terkadang bagian finch tersebut tidak akan cocok saat dipakai oleh beberapa telinga orang. Namun bentuk ergo dari housing Ryusei ini berbeda dengan bentuk ergo IEM lainnya. Walaupun housing-nya memiliki ukuran agak lebar, tapi lekukannya sangat pas menempel di concha atau konka telinga banyak orang. Hal itu terbukti saat unit demo Ryusei kita bawa ke pameran audio portable di Bali dan juga event launching Ryusei di Bandung. Semuanya setuju kalau fitting dari housing IEM ini sangat cocok digunakan oleh mereka.

Gambar Bentuk Housing QoA x 7th Acoustics Ryusei
Selain itu, bobot housing-nya juga sangat ringan waktu digunakan. Kalian tidak akan merasa pegal ataupun capek saat menggunakannya. Ukuran nozzle-nya juga sangat normal secara lebar dan juga panjang. Jadinya kita bisa memasangkan banyak eartips ke nozzle dari IEM ini dengan sangat mudah.
DRIVABILITY :
IEM ini menurut Mimin sangat mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan jack 4.4mm-nya ke DAC/AMP Hiby W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 3-5 dari 30 atau sekitar 13% dari volume maksimalnya.
SUARA :
IEM ini memiliki suara yang bisa termasuk U-shape ataupun mild V-shape tergantung perspektif, eartips, source, bahkan kabel yang digunakan. Hal itu menunjukan kalau IEM ini memiliki skalabilitas yang sangat tinggi saat berganti-ganti pairing-an. Misalnya saat Mimin menggunakan eartips putih normal bore bawaannya, suara vokal yang dihasilkan oleh IEM-nya akan terasa sangat lepas dan bening. Sedangkan saat Mimin menggunakan eartips Final Type-E, suara treble-nya terdengar lebih aman dan smooth. Belum lagi kalau nanti ganti DAC atau kabelnya, pasti akan terasa lagi perubahan dari suaranya, wkwk. Jadinya buat kalian yang suka mengulik atau mencocokan setup, pasti akan suka dengan IEM ini.
Overall suaranya masih dikategorikan all-rounder, karena IEM ini memiliki suara yang masih asik cocok untuk banyak genre lagu. Singkatnya suara dari IEM ini termasuk yang asik dan energik. Bassnya bisa sangat dalam dan memukul, mid-nya cukup maju, lepas, dan energetik, serta treble yang jelas, detail dan terasa eksten. Jadinya frekuensi yang dihasilkannya sangat lengkap dari frekuensi bawah sampai atasnya.
Level teknisnya juga sangat tinggi untuk sebuah IEM single DD. Soundstage-nya luas, imaging-nya bisa presisi, separasinya terasa terpisah-pisah, suara yang muncul juga terasa memiliki ruangan tersendiri (layering-nya bagus), detailnya sangat jelas, resolusinya sangat mantap, clarity yang sangat bening, transient speed-nya sangat gesit, dan masih banyak lagi. Pokoknya minimal kalian harus nyobain IEM ini minimal sekali aja, wkwk.

Gambar Grafik Suara QoA x 7th Acoustics Ryusei
BASS :
Kuantitas bass dari IEM ini terasa lumayan besar. Untuk para basshead, kuantitas bass-nya mungkin akan terasa sedikit kurang besar, tapi yang jelas bass-nya ini bisa sangat menggetarkan dan menghentakan hati kalian. Sub bass dan mid bass-nya juga masih terasa setara dan tidak saling menutupi atau mendominasi.
Waktu Mimin mencoba mendengarkan salah satu lagu dari game Wuthering Waves yang berjudul “Aphelion”, suara bass-nya itu bisa terdengar sangat megah dan dalam. Rumble dari sub bass-nya itu bisa terasa bergetar. Saat Mimin coba lagu lain seperti lagunya Creepy Nuts yang berjudul “Otonoke”, suara pukulan dari mid bass-nya bisa terdengar mantap banget. Hentakannya bisa terasa solid, impactful, dan satisfying sekali.
Bukan hanya memuaskan secara kuantitas, kualitas bass dari IEM ini juga tidak kalah mantapnya. Contohnya waktu Mimin mencoba mendengarkan lagunya HOYO MiX yang berjudul “DAMIDAMI”. Suara tabuhan gendangnya itu bisa menghasilkan tekstur yang sangat baik. Secara transient speed-nya juga masih termasuk yang cepat untuk sebuah IEM yang memiliki bass yang cukup besar. Mimin sama tidak begitu merasakan ada suara bass yang menumpuk di lagunya Dysmn yang berjudul “Please, Take Away The Pain”. Recovery dari bass-nya masih terasa cukup gesit untuk mengejar suara double pedal.
MID :
Suara vokal yang dihasilkan IEM ini sangat cocok untuk lagu dengan vokal perempuan ataupun vokal laki-laki bernada tinggi, seperti kebanyakan lagu J-pop ataupun K-pop. Itu karena frekuensi dari upper mid-nya dibuat agak tinggi. Contohnya waktu Mimin mendengarkan lagunya 9Lana yang berjudul “DYNA MIND”, suara vokal dari penyanyinya bisa terdengar sangat jelas, lepas, bersih, bening, dan energik. Mimin tidak begitu mendengarkan adanya suara vokal yang kurang jelas ataupun tertahan sampai terasa sengau. Emosi yang diberikan oleh penyanyinya bisa sangat tersampaikan dengan baik. Namun sebaiknya kalian menggunakan IEM ini di volume yang sedang saja, agar bisa terhindar dari suara vokal yang terlalu maju. Jadinya penjelasan di atas ini sesuai dengan gambar waifu Ryusei yang ada di box-nya yang sama-sama kejepang-jepangan, wkwk.
Sedangkan saat Mimin coba mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “One Two Three”, suara penyanyi laki-laki yang agak berat menjadi terasa agak tipis. Untungnya suara vokal penyanyi tersebut tidak sampai terdengar kehilangan bobotnya. Oh ya, setiap suara yang muncul, baik itu suara vokal ataupun suara alat musiknya, semuanya bisa terdengar terpisah-pisah loh. Semua suaranya bukan yang terdengar menumpuk sama sekali. Posisi dari suara alat musiknya juga tidak dibuat terlalu mundur ke belakang. Suara alat musik yang muncul, seperti gitar, piano/keyboard, drum, terompet, saksofon, dan lain-lain bisa terdengar jelas dan detail.
TREBLE :
Bagian frekuensi treble dari IEM ini merupakan bagian suara yang menurut Mimin paling spesial. Untuk sebuah IEM dengan konfigurasi single DD, IEM ini bisa menghasilkan suara treble yang sangat detail dan eksten sampai ke ujung upper treble-nya. Suara treble seperti ini pada umumnya hanya bisa dihasilkan oleh IEM-IEM dengan konfigurasi multi driver. Treble-nya bisa terdengar penuh dengan informasi (detail).
Secara kuantitas, suara treble yang dihasilkannya termasuk yang cukup tinggi. Jadi mungkin IEM ini akan terasa bright untuk beberapa orang. Saat pertama kali IEM ini dibuka dari box-nya, apabila kalian menggunakan eartips putih bawaannya, suara treble yang dihasilkan dari IEM ini bisa terasa lumayan intens, terutama di bagian upper treble-nya. Suara treble seperti itu pastinya akan disukai oleh kalian yang termasuk treble head, tapi tidak cocok untuk dipakai beberapa orang yang sensitif dengan treble.
Hal itu sebenarnya bisa langsung diatasi dengan cara menggunakan eartips Final Type-E. Sayangnya dengan menggunakan eartips Final Type-E, kita akan kehilangan magic dari suara vokalnya.
Namun uniknya setelah dipakai beberapa hari, Mimin merasakan kalau suara treble yang awalnya tajam ternyata bisa hilang loh. Hal tersebut terjadi karena efek “Burn In” dari driver Single Nano Gold Plated Dynamic Driver-nya. Efek burn in tersebut juga ternyata dirasakan oleh banyak orang yang sudah memiliki/mencoba IEM ini.
Contohnya waktu Mimin mendengarkan lagunya Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku”, suara simbal kasar yang biasanya ada di lagu ini bisa menjadi sangat nyaman didengarkan. Suara ‘ces’ atau attack awal simbal dari mid treble-nya bisa terdengar pas energinya. Begitu juga suara sparkling dari upper treble-nya yang jelas, lepas, dan airy.
TEKNIS :
Lagi-lagi, untuk sebuah IEM single DD, tingkat teknikalitasnya menurut Mimin sudah jauh melampaui kelas harganya. IEM ini sangat bisa bersaing dengan banyak IEM multi driver yang memiliki harga lebih tinggi ataupun single DD lain yang harganya berkali-kali lipat dari harga IEM ini. Mulai dari soundstage-nya yang luas sekali. Luasnya bisa sampai terasa seperti berada di luar kepala. Secara bentuk juga masih termasuk membulat. Jadinya arah suara baik itu secara width (kanan-kiri), depth (depan-belakang), height (atas-bawah)nya memiliki ukuran yang sama.
Soundstage yang luas itu juga disertai dengan separasi suara yang terasa sekali pemisahannya. Setiap suara yang muncul juga terdengar seperti memiliki ruangan tersendiri. Hal itu juga yang menunjukan kalau IEM ini memiliki layering yang bagus. Semua hal itu juga pastinya membuat imaging yang dihasilkannya menjadi sangat presisi untuk sebuah IEM single DD. Soalnya waktu Mimin coba mendengarkan lagunya Creepy Nuts yang berjudul "Otonoke", walaupun lagu ini suara bass yang sangat dominan, tapi bagusnya suara vokal dan instumen lainnya masih bisa di-pin point dengan mudah.
Tidak lupa juga level resolusinya yang sangat mantap. Belum lagi dengan clarity-nya yang bening, detailnya yang sangat jelas, transient speed yang gesit, dan juga dinamika yang bagus, membuatnya menjadi IEM yang wajib banget kalian coba.
PENUTUP :
QoA x 7th Acoustics Ryusei merupakan sebuah IEM single dynamic driver yang mampu memberikan kualitas suara yang sangat lengkap sekaligus memiliki level teknikalitas yang jauh melampaui kelas harganya. Kolaborasi antara QoA yang terkenal dengan desain artistiknya dan 7th Acoustics yang dikenal dengan kemampuan tuning-nya menghasilkan sebuah IEM dengan karakter suara yang balance, detail, dan tetap terasa natural untuk dinikmati dalam berbagai genre musik.
Dari bass yang dalam dan menghentak, vokal yang lepas, hingga treble yang sangat ekstensif dengan detail melimpah, Ryusei mampu memberikan pengalaman mendengarkan lagu yang terasa dinamis. Ditambah dengan soundstage yang luas, separasi yang rapi, layering yang baik, serta kemampuan scaling terhadap eartips, kabel, maupun source, membuat Ryusei menjadi salah satu IEM single DD yang wajib sekali untuk dicoba.
Cocok untuk Siapa?
- Pengguna yang mencari IEM all-rounder untuk berbagai genre musik.
- Pecinta J-Pop, K-Pop, Anime OST, dan lagu dengan vokal perempuan yang energik.
- Pendengar yang menyukai karakter suara mild V-shape / U-shape yang hidup dan menyenangkan.
- Pengguna yang menginginkan teknikalitas tinggi dari sebuah IEM single DD.
- Audiophile yang senang melakukan rolling eartips, kabel, maupun DAC/AMP, karena Ryusei sangat responsif terhadap perubahan setup.
- Pengguna yang mengutamakan fitting ergonomis dan nyaman untuk penggunaan dalam waktu lama.
Kelebihan
- Karakter suara all-rounder dengan frekuensi yang terasa lengkap.
- Bass dalam, menghentak, memiliki tekstur yang baik, serta transient speed yang cepat.
- Vokal perempuan terdengar sangat lepas, bersih, bening, dan penuh energi.
- Treble sangat detail, ekstensif, airy, dan kaya informasi untuk ukuran single dynamic driver.
- Level teknikalitas sangat tinggi di kelas harganya.
- Soundstage luas dengan presentasi tiga dimensi.
- Imaging presisi, separasi sangat baik, dan layering terasa jelas.
- Resolusi, clarity, dinamika, serta transient speed sangat mengesankan.
- Sangat mudah di-drive.
- Fitting ergonomis dan nyaman dipakai dalam waktu lama.
- Build quality housing rapi dan kabel bawaan termasuk sangat baik di kelas harganya.
- Sangat responsif terhadap perubahan eartips, kabel, dan source sehingga memberikan banyak kemungkinan karakter suara.
Kekurangan
- Upper mid yang cukup tinggi dapat membuat vokal terasa terlalu maju jika digunakan pada volume besar.
- Suara treble bisa terasa kasar saat pertama kali dipakai (harus melakukan burn-in agar suara treble-nya menjadi smooth).
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




