Muse HiFi M3 Ultra: Gerbang Termurah Menuju Dunia Suara Tube

Muse HiFi M3 Ultra: Gerbang Termurah Menuju Dunia Suara Tube

Review Muse Hifi M3 Ultra

Guys… Ada yang tertarik sama DAC/AMP dongle yang di dalamnya ada tube-nya ga? Itu loh, DAC/AMP yang di dalamnya itu ada komponen yang bentuknya seperti lampu yang menyala. Nah biasanya DAC/AMP yang menggunakan tube bisa memiliki harga di atas 4juta, sedangkan DAC/AMP ini memiliki harga sekitar 2 jutaan. Nama DAC/AMP dongle ber-tube ini adalah Muse Hifi M3 Ultra. Penasarankan sebagus apa DAC/AMP dongle tube ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!

PEMBUKA :

Sekarang Bass Audio sudah kedatangan barang baru dari Muse Hifi, namanya Muse Hifi M3 Ultra. DAC/AMP ini sangat spesial karena menjadi DAC/AMP ber-tube dengan harga paling terjangkau, yaitu 2,1jutaan.

Desain bodi dari DAC/AMP-nya sendiri dibuat dengan nuansa industrial yang sangat berani. Muse Hifi menggunakan desain terbuka yang disebut “World Gate” open desain yang berarti vacuum tube-nya bisa terlihat dari luar. Oh ya, ternyata tube yang digunakan oleh Muse Hifi M3 Ultra ini merupakan tube yang sama dengan tube yang ada di Muse Hifi M6 Double yang harganya lebih tinggi loh.

PACKAGING :

Ukuran packaging-nya cukup sederhana, sama seperti kebanyakan packaging dari DAC/AMP dongle lainnya. Box-nya dominan dengan warna hitam. Di depan box-nya terdapat nama dan juga gambar dari bodi dari DAC/AMP-nya. Walaupun ukuran box-nya cukup kecil, ternyata bahannya cukup kokoh loh. Jadinya box ini bisa banget melindungi isi yang ada di dalamnya saat barangnya sedang dalam proses pengiriman. Di dalamnya kita akan mendapatkan unit DAC/AMP-nya, kabel type-c to type-c, dan juga kertas panduan.

Gambar Packaging Muse Hifi M3 Ultra

DESAIN & BUILD QUALITY :

Tampilan dari DAC/AMP ini sangat unik dan menarik. Umumnya produsen akan menempatkan tube dari suatu DAC/AMP secara tertutup, namun di Muse Hifi M3 Ultra ini tube-nya didesain terbuka. Menurut Muse Hifi, desain seperti ini bertujuan untuk mempercepat pelepasan panas, memberikan tampilan yang industrial, dan juga membuat penggunanya bisa melihat vacuum tube-nya secara langsung.

Sebagian besar material yang digunakannya terbuat dari metal berwarna abu-abu. Di depannya terdapat tulisan nama dari DAC/AMP-nya. Untuk port-nya terdapat port type-C, serta port jack 3.5mm single ended dan 4.4mm balance di sisi sebaliknya. Terdapat juga tombol up dan down volume di bagian bawah dari bodinya.

Salah satu sifat terkenal dari suatu vacuum tube adalah sangat sensitif terhadap getaran (microphonic effect). Oleh karena itu, Muse Hifi membuat sistem Triple Anti-Vibration Technology, yaitu:

  1. Circuit Level, yang menggunakan fully balanced circuit, dual clock precision, multi-stage analog processing, dan parallel current amplification. Semua itu bertujuan untuk menghasilkan noise yang lebih rendah, dynamic range lebih luas, dan sinyal yang lebih bersih.
  2. Algorithm Level, yang dapat mendeteksi microphone effect dan menghilangkan getaran sebelum terdengar oleh pengguna.
  3. System Level, yang menggunakan sistem peredam silikon (patented silicone damping). Sistem peredam ini berguna untuk meredam benturan, mengurai getaran, dan juga menjaga karakter suara tube tetap stabil saat digunakan.

Gambar Tube dari Muse Hifi M3 Ultra

Dengan adanya sistem peredam silikon tersebut, DAC/AMP ini jadinya dapat lolos dalam beberapa tes pengujian ketahanan, seperti drop test (pengujian saat jatuh), impact test (pengujian terhadap benturan), vibration test (pengujian terhadap getaran). Hal itu menunjukan kalau build quality dari DAC/AMP ini sudah sangat bagus. Namun baiknya, kita tetap berhati-hati saat menggunakan DAC/AMP-nya.

Oh ya, desain terbuka ini juga bisa membantu sistem pendinginan tube-nya menjadi lebih baik. Biasanya DAC/AMP dengan tube konvensional bisa memiliki suhu sekitar 40-60°C. Sedangkan untuk Muse Hifi M3 Ultra ini dapat mempertahankan suhunya di sekitar 33°C. Suhu tersebut bahkan bisa terus dipertahankan saat digunakan selama 5 jam. Selain karena open-frame design, suhu DAC/AMP ini bisa dijaga sebaik itu karena konsumsi daya dari tube JAN6418 di dalamnya masih termasuk rendah. Semakin rendah konsumsi dayanya, semakin rendah juga suhu yang dihasilkannya.

SPECIFICATIONS :

Untuk spesifikasi singkat dari DAC/AMP Muse Hifi M3 Ultra ada di bawah ini:

Model: M3 Ultra

DAC: ES9028Q2M

AMP: ES9603Q

Tube: JAN6418

USB: SA9137L

Input Interface: USB

Output Interface: 3.5mm / 4.4mm

Buttons: Volume Up / Down

Decoding Specifications: 32bit 384kHz/DSD256

Signal-to-Noise Ratio: 3.5:120dB / 4.4:121dB (1kHz, A-weighted 32ohm Load)

Power: 3.5: 460mW / 4.4:480mW (A-weighted 32 ohm Load

THD+N: 3.5:0.0004% / 4.4: 0.0003% (A-weighted 32ohm Load)

Features: Power-Off Volume Memory, Vacuum Tube

USER EXPERIENCE :

Mimin biasa memasangkan Muse Hifi M3 Ultra ini ke laptop yang biasa Mimin pakai. Kurang lebih pengalaman pemakaiannya masih sama seperti dongle DAC/AMP pada umumnya. Ukurannya yang masih termasuk kecil dan bobotnya yang ringan membuatnya menjadi mudah untuk dibawa kemana-mana.

Konsumsi baterainya juga masih termasuk hemat untuk sebuah DAC/AMP dongle yang memiliki tube di dalamnya. Penggunaan selama 30 menit, DAC/AMP ini hanya memakan daya sebesar 6% dari laptop Mimin. Oh ya, suhu bodi DAC/AMP ini juga sama sekali tidak terasa panas setelah digunakan selama pengujian daya tersebut. Jadinya klaim Muse Hifi soal suhu rendah dari dongle DAC/AMP ini memang benar dan sesuai.

Gambar Muse Hifi M3 Ultra saat Dipasangkan ke Smartphone

Hal lain yang bikin Mimin suka dengan DAC/AMP ini adalah output power-nya yang masih termasuk besar untuk sebuah DAC/AMP dongle. Power output pada port 3.5mm single ended-nya adalah 460mW, sedangkan port 4.4mm balance nya adalah 480mW. Untuk Mimin yang merupakan low volume listener, Mimin biasa mengatur volume untuk setiap IEM yang biasa Mimin gunakan sebesar 4-6 klik dari 62 klik maksimalnya, atau kurang dari 10 persen volume maksimalnya.

SUARA :

Karakteristik suara tube yang ada di dalam DAC/AMP ini sangatlah terasa. Suara yang diberikannya termasuk yang warmish dan empuk. Terdapat penambahan kuantitas di bagian bass dan juga lower mid-nya. Hal tersebut masih bisa diimbangi dengan upper mid dan mid treble-nya yang cukup energik. Namun suara pada frekuensi lower treble dan upper treble-nya terasa lumayan di-smoothing. Jadinya DAC/AMP dongle bertube ini akan cocok untuk kalian yang ingin membuat IEM kalian menjadi lebih warm dan smooth tanpa harus mengorbankan suara vokalnya sama sekali.

Untuk di kelas harganya, DAC/AMP ini juga masih bisa memberikan level teknikalitas yang termasuk cukup baik. Mulai dari separasi yang masih terasa terpisah-pisah, imaging yang cukup presisi, resolusi yang baik, makro detail yang masih memadai, sampai black background yang sangat senyap.

Bass:

DAC/AMP dongle bertube ini terasa lumayan menambahkan keseluruhan kuantitas bass dari IEM-IEM yang Mimin gunakan. Sub bass dan mid bass-nya sama-sama terasa bertambah. Namun penambahan di sub bass-nya terasa lebih banyak daripada penambahan di mid bass-nya. Hal tersebut membuat suara bass dari IEM-IEM yang biasanya Mimin gunakan menjadi terdengar lebih dalam dan rumbly, tanpa kehilangan pukulan dan mid bass-nya. Suara seperti ini sangat cocok saat Mimin gunakan untuk menonton film, bermain game open world, dan juga mendengarkan lagu-lagu yang membutuhkan sub bass yang menggelegar. Pokoknya DAC/AMP ini membuat banyak IEM menjadi makin asik.

Mid:

Kuantitas bass yang banyak itu membuat suara di frekuensi mid dari IEM yang Mimin pakai terasa terkolorasi. Secara keseluruhan, DAC/AMP ini mempengaruhi suara vokal dari beberapa IEM menjadi tipis secara bobotnya dan terdengar agak mundur secara posisi. Untungnya dengan tuningan mid seperti ini membuat suara vokal di nada tinggi menjadi sangat aman dari shouty. Suara dari ujung vokalnya juga masih terdengar apa adanya. Tidak begitu tertahan sampai terdengar sengau. Namun sayangnya untuk kalian yang suka dengan suara vokal yang maju, mungkin tidak akan cocok dengan DAC/AMP ini.

Treble:

Buat kalian yang anti dengan suara treble yang tajam, wajib banget buat cobain DAC/AMP ini. Suara treble yang dihasilkannya sangat smooth, bahkan mungkin sudah termasuk dark untuk orang-orang yang suka treble (treble head). Presentasi treble seperti ini sebenarnya sangat digemari oleh mereka yang sudah lama bermain di hobi barang audiophile portable. Dulu mereka menyebut suara yang seperti ini lah yang disebut organik atau analog. Dua kata tersebut sudah dari dulu sangat melekat dengan tube dari sebuah DAC/AMP. Mimin juga tidak begitu mendapatkan suara treble yang metalik atau plastiky. Intinya suara treble yang dihasilkan dari DAC/AMP ini bisa membuat dapat menggunakan IEM kita berlama-lama karena presentasi treble-nya yang cukup santai dan aman sekali dari sibilance.

TEKNIS :

Menurut Mimin, level teknikalitas dari Muse Hifi M3 Ultra ini masih cukup bagus untuk di kelas harganya. Bagian teknikalitas yang paling menonjol dari DAC/AMP dongle bertube ini adalah resolusinya yang cukup baik, imaging yang masih termasuk presisi, separasi yang masih terasa terpisah-pisah di lagu yang tidak kompleks, dan timbre yang sangat aman dari kesan metalik. Secara soundstage-nya juga masih cukup luas. Bentuknya seperti bola berukuran sedang yang sedikit benjol di bagian kanan dan kirinya. Itu karena suara widht (kanan-kirinya) sedikit saja lebih lebar daripada depth (depan-belakang) dan height (atas-bawah)nya.

PENUTUP :

Muse HiFi M3 Ultra berhasil memberikan pengalaman menggunakan DAC/AMP bertube dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan kebanyakan produk sejenis. Karakter suaranya yang warm, empuk, dan smooth memberikan nuansa analog yang sangat khas, terutama dengan tambahan sub bass yang lebih dalam, treble yang santai, serta timbre yang natural. Ditambah lagi dengan output power yang besar, build quality yang kokoh, dan desain World Gate yang unik, membuat M3 Ultra menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mulai mencoba karakter suara vacuum tube tanpa harus mengeluarkan budget yang terlalu tinggi.

Walaupun karakter suaranya tidak sepenuhnya netral, justru hal tersebut menjadi daya tarik utama dari M3 Ultra. DAC/AMP ini mampu memberikan sentuhan suara warm/hangat pada banyak IEM tanpa membuat suara vokal kehilangan kejelasan. Bagi Mimin, Muse HiFi M3 Ultra merupakan pilihan yang sangat menarik untuk kalian yang ingin menikmati karakter suara tube klasik dengan harga yang terjangkau dalam bentuk dongle DAC/AMP yang ringkas, praktis, dan nyaman digunakan sehari-hari.

Gambar Detail Muse Hifi M6 Ultra

Cocok untuk Siapa?

  • Pengguna yang ingin merasakan karakter suara vacuum tube dengan harga yang lebih terjangkau.
  • Pecinta suara warm, smooth, dan analog.
  • Pengguna yang merasa IEM miliknya terlalu bright atau terlalu tajam di bagian treble.
  • Penikmat musik, film, atau game yang menginginkan sub bass lebih dalam dan berisi.
  • Pengguna yang membutuhkan output power besar untuk kebanyakan IEM.
  • Pengguna yang menginginkan DAC/AMP portable dengan desain unik dan berbeda dari kebanyakan dongle lainnya.

Kelebihan

  • Karakter suara tube yang warm, empuk, dan musikal.
  • Sub bass bertambah dalam tanpa menghilangkan hentakan mid bass.
  • Treble sangat halus, minim sibilance, dan nyaman didengarkan dalam waktu lama.
  • Timbre natural tanpa kesan metalik.
  • Resolusi, imaging, dan black background sudah sangat baik di kelas harganya.
  • Output power besar untuk ukuran dongle DAC/AMP.
  • Desain World Gate yang unik dengan vacuum tube terlihat langsung.
  • Triple Anti-Vibration Technology membuat penggunaan tube lebih stabil.
  • Build quality termasuk kokoh dengan bobot tetap ringan.
  • Konsumsi daya relatif hemat dan suhu kerja tetap rendah saat digunakan.

Kekurangan

  • Karakter suaranya cukup berwarna sehingga kurang cocok bagi pencari suara netral.
  • Vokal menjadi sedikit lebih tipis dan posisinya agak mundur pada beberapa IEM.
  • Treble cukup di-smoothing sehingga bisa terasa terlalu gelap bagi pencinta treble.
  • Separasi mulai berkurang ketika digunakan pada lagu yang sangat kompleks.

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!