Kiwi Ears x B_Media: Chorus – Suara Warm Analog Didalam Shell yang Mungil

Kiwi Ears x B_Media: Chorus – Suara Warm Analog Didalam Shell yang Mungil

Review Kiwi Ears x B_Media: Chorus

Ada IEM housing kecil lagi nih guys! IEM ini juga spesial karena merupakan hasil kolaborasi antara Kiwi Ears dengan salah satu reviewer audio portable yang sangat terkenal di platform TikTok internasional, yaitu B_Media. Nama dari IEM nya sendiri adalah Kiwi Ears x B_Media: Chorus. Mau tau kayak gimana suara dari IEM ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!

PEMBUKA :

B_Media (Axel Bostrom) merupakan konten kreator asal Amerika yang aktif sekali membuat video pendek di sosial media, terutama TikTok. Jenis konten yang sering dia buat adalah video review singkat dari barang audio portable, baik itu IEM, DAC, DAP, sampai Headphone. Banyak orang mengenal dia karena gaya review-nya yang jujur, realistis, dan fokus ke pengalaman penggunaan sehari-hari. Dari situlah Kiwi Ears dan juga B_Media melakukan kolaborasi untuk membuat sebuat IEM yang cocok untuk banyak orang dengan tuning suara yang musikal, nyaman didengar, dan pastinya bersaing di kelas harganya.

IEM ini juga memiliki beberapa hal yang menarik. Dari luarnya kita bisa melihat desainnya yang unik dengan faceplate-nya yang semi open back dan juga ukuran housing-nya yang sangat kecil. Sedangkan untuk isi di dalamnya terdapat sebuah single Dynamic Driver dengan diaphragm Diamond-Like Carbon (DLC). Jenis DD ber-diaphragm DLC ini dikenal memiliki karakter yang rigid, responsif, dan juga minim distorsi. Kiwi Ears x B_Media: Chorus ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga 700 ribuan sampai 800 ribuan tergantung varian kabelnya.

PACKAGING :

Ukuran dari box IEM ini termasuk yang kecil dan minimalis. Ukurannya masih sama seperti semua IEM Kiwi Ears di kelas harganya. Walaupun begitu, tampilannya dari box-nya termasuk bagus dan elegan, karena warna hitamnya yang sangat dominan. Di bagian depannya terdapat tulisan dan juga gambar dari housing IEM-nya.

Sedangkan untuk isi kelengkapannya terdapat sepasang IEM, kabel, 3 pasang eartips hitam narrow bore, dan juga 3 pasang eartips putih transparan dengan bentuk payung seperti jamur. Kedua jenis eartips ini bisa menghasilkan suara yang berbeda loh, mengingat bentuk dan juga bahan keduanya berbeda. Perbedaannya akan Mimin jelaskan di bagian suara. Secara keseluruhan isinya cukup minimalis, namun semuanya sangat fungsional. 

Gambar Kelengkapan Kiwi Ears x B_Media Chorus

DESAIN :

Menurut Mimin, desain housing dari IEM ini termasuk bagus, unik, dan berbeda. Di faceplate-nya terdapat 2 bagian yang berbeda. Bagian faceplate yang berwarna kuning adalah sebuah mesh grill yang memiliki banyak lubang. Pola lubangnya mengingatkan Mimin dengan filter nozzle dari IEM lain, wkwk. Mesh grill ini ternyata bukan sekedar hiasan saja loh. Waktu Mimin cek, ternyata lubang-lubangnya ini bisa menembus langsung ke dalam housing IEM-nya, walaupun hanya sebagiannya saja. Hal itu menunjukan kalau IEM ini memiliki desain yang semi-open back pada faceplate-nya. Jarang-jarangkan kita menemukan IEM yang memiliki desain semi-open back seperti ini di kelas harganya.

Lalu di bagian faceplate yang mengitari grill mesh-nya juga terdapat desain yang sangat bagus. Di sini kita bisa melihat tulisan kecil “Kiwi Ears x B_Media Chorus”. Ada juga motif titik-titik yang menyerupai “Visualizer Audio” berwarna putih. Motif ini mirip seperti yang biasanya ditampilkan di layar audio player.

Housing IEM ini terbuat dari 2 material. Bagian faceplate-nya terbuat dari Metal CNC Premium, sedangkan bagian shell-nya terbuat dari resin. Sambungan dari kedua bagian itu juga sangat rapi. Mimin tidak merasakan adanya bagian finishing yang salah atau kurang tepat. Durability-nya juga cukup baik. Mimin pernah tidak sengaja menjatuhkan salah satu bagian housing-nya ke lantai saat ingin memasangkan kabelnya. Saat dicek, housing-nya masih aman dari goresan, penyok, atau bahkan sampai retak. Jadinya kalau soal build quality, IEM ini solid banget deh.

Gambar Desain Faceplate Kiwi Ears x B_Media: Chorus

Mimin juga lumayan suka dengan kabel bawaan dari IEM-nya. Bahannya terbuat dari silver plated cable yang tidak begitu tebal dan hanya terdiri dari 2 strands. Karena kabelnya termasuk tipis, membuatnya sangat mudah untuk diatur. Jadinya saat kita menggulung kabelnya, dia tidak akan melawan ataupun berubah bentuk. Kabel ini juga terasa ringan dan nyaman saat dipakai. Saking kecil dan ringannya, terkadang Mimin bisa lupa kalau sedang menggunakan IEM-nya wkwk. Bentuk lekukan dan bahan dari earhook-nya juga bagus. Mimin juga tidak menemukan adanya masalah microphonic saat kabelnya digoyangkan ataupun bergesekan dengan pakaian Mimin.

Oh ya, IEM ini juga memiliki 3 varian kabel. Untuk yang Mimin gunakan dalam review ini adalah varian kabel 3.5mm with Mic. Kualitas mic dari IEM ini juga sudah bagus kok. Suara Mimin masih jelas terdengar walaupun mic-nya tidak Mimin dekatkan ke mulut. Pokoknya kabel dari IEM ini beneran fungsional banget deh.

FITTING :

Ukuran housing IEM ini sangat kecil bila dibandingkan dengan kebanyakan IEM yang sudah ada di pasaran. Jadi beruntunglah kalian yang memiliki ukuran telinga yang kecil karena ukuran dari housing IEM ini seharusnya akan cocok untuk kalian. Bentuknya juga masih memiliki lekukan yang pas dan nyaman ke concha/konka telinga Mimin. Jadinya bentuk shell IEM ini tidak dibuat datar atau flat sama sekali. Selain itu, bobot housing-nya juga sangat ringan. Ukuran nozzle-nya juga normal, baik itu dari diameter ataupun panjangnya. Mimin bisa mengganti banyak eartips ke IEM ini.

Gambar Bentuk Shell Kiwi Ears x B_Media: Chorus

Lalu kalau soal eartips, mau itu secara bahan ataupun bentuknya sebenarnya masih aman saja. Untuk eartips yang berwarna hitam bahannya agak lebih kaku bila dibandingkan eartips putih transparan. Ada juga yang lebih nyaman menggunakan eartips yang bentuknya lebih umum seperti eartips hitam, namun ada pula yang akan lebih nyaman menggunakan eartips bentuk payung seperti eartips putih transparan itu.

Yang mungkin akan menjadi masalah untuk beberapa orang itu ada di ukurannya. Untuk eartips hitam bawaan IEM ini yang berukuran M terasa masih sedikit lebih kecil bila dibandingkan eartips M lain yang biasa Mimin pakai. Jadinya Mimin harus mengganti eartips tersebut ke ukuran L nya agar bisa mendapatkan seal yang lebih baik. Untungnya size M dari eartips putih transparan IEM ini ukurannya lebih pas di telinga Mimin. Jadinya Mimin sarankan kalian untuk mencoba me-rolling eartips IEM ini ya, agar fitting-nya lebih nyaman dan cocok dengan telinga kalian.

DRIVABILITY :

IEM ini tidak disangka ternyata sedikit lebih berat daripada kebanyakan IEM single DD di kelas harganya. Mimin biasa menggukanan IEM ini dengan kabel 3.5mm single ended bawaannya ke DAC/AMP HiBy W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 7-9 dari 30 atau sekitar 30% dari volume maksimalnya.

SUARA :

Arah suara dari IEM ini termasuk warm menuju balance. Suaranya sangat musikal, organik, dan analog. Bass menjadi suara yang paling dominan dari IEM ini. Walaupun bukan yang paling besar, tapi Mimin yakin untuk kalian yang basshead pasti akan suka dengan suara bass dari IEM ini. Vokalnya termasuk yang natural dan lumayan berbodi, ditambah dengan treble yang smooth dan safe. Pokoknya suara seperti ini nyaman sekali digunakan berlama-lama.

Oh ya, Mimin juga mau kasih sedikit penjelasan soal perbedaan suara yang dihasilkan kedua jenis eartips bawaannya. Untuk eartips hitam, suaranya terdengar lebih warm karena mid bass-nya terasa lebih menghentak dan memukul. Sedangkan untuk eartips putih transparan, membuat suara mid bass dari IEM ini menjadi sedikit berkurang. Fokus bass-nya sedikit sekali bergeser dari yang asalnya lebih mid bass menjadi ke sub bass-nya. Suara vokalnya juga menjadi lebih bersih.

Gambar Grafik Suara Kiwi Ears x B_Media: Chorus

BASS :

Kalian yang suka dengan IEM yang kuantitas bass-nya yang besar atau tonal keseluruhannya terasa warm, wajib banget buat cobain IEM ini. Bass dari IEM ini terdengar lebih fokus di mid bass daripada sub bass-nya. Jadinya hentakan dari mid bass-nya akan lebih terasa daripada sensasi dalam dari sub bass-nya. Walaupun begitu, Mimin sendiri tidak merasakan adanya sub bass yang roll-off ataupun sampai hilang. Nyatanya sensasi dalam dan rumble yang dihasilkan oleh frekuensi sub bass-nya masih terdengar dan terasa di sini.

Contohnya saat Mimin mendengarkan lagunya giga yang berjudul “PLAY”. Suara bass-nya satisfying banget. Bass-nya terdengar besar, menghentak, dan bergemuruh. Impact yang dihasilkan dari mid bass-nya masih hadir dan bukan yang loyo atau lemas. Tekstur yang dihasilkan oleh sub bass-nya juga terdengar lumayan menggelegar. Sedap banget deh pokoknya, wkwk.

MID :

Mimin kagum dengan frekuensi mid yang dihasilkan oleh IEM ini. Walaupun memiliki bass yang besar, tapi presentasi mid-nya masih bisa natural loh. Posisi vokalnya juga masih pas di tengah. Bukan yang terlalu maju, ataupun terlalu mundur. Secara keseluruhan suara vokal yang dihasilkan oleh IEM ini terasa tebal dan cukup manis.

Vokal perempuan dan laki-lakinya juga bisa terdengar setara. Suara dari vokal perempuannya masih terdengar berenergi. Rasanya bukan yang paling lepas atau open, tapi itu juga yang membuat vokalnya aman dari shouty. Mimin juga tidak begitu merasakan vokal perempuan bernada tinggi yang tertahan atau bahkan sampai terdengar sengau.

Hal positif ini masih berlanjut ke suara vokal laki-lakinya. Bass besar yang dihasilkan oleh IEM ini membuat vokal laki-laki menjadi masih memiliki bobot yang pas. Contohnya di lagunya Penthouse yang berjudul “Taxi to the Moon”, suara penyanyi laki-laki yang tergolong agak berat ini terdengar natural dan berisi. Sama sekali tidak terdengar tipis. Selain itu, suara mid yang tebal ini juga membuat suara dari alat musik yang menghasilkan suara di frekuensi rendah seperti bass gitar dan kick drum-nya menjadi lebih berisi juga. Sedangkan untuk suara alat musik yang bernada lebih tinggi seperti gitar, terompet, dan saxophone juga masih termasuk natural. Komplit banget deh suara mid-nya, wkwk.

TREBLE :

Suara treble-nya termasuk yang sangat smooth. Jadinya suara IEM ini sangat aman dari treble yang menyerang, sibilance, ataupun pedas. Kalian tidak akan merasa kesakitan saat menggunakan IEM ini di volume yang lebih tinggi daripada volume yang biasa kalian dengarkan.

Fokusnya lebih ke mid treble daripada upper treble-nya. Jadinya suara attack awal simbal masih terdengar natural, tapi bukan yang paling eksten sampai ke upper treble-nya. Jadinya kita tidak akan mendapatkan micro detail dan juga sensasi treble yang airy di sini. Tetapi karena itu juga kita bisa menggunakan IEM ini berlama-lama tanpa gampang capek atau fatigue

TEKNIS :

Untuk sebuah IEM yang memiliki tonal warm, teknikalitasnya masih termasuk yang bersaing di kelas harganya loh. Bagian teknis yang Mimin suka dari IEM ini diantara lain adalah imaging-nya yang termasuk presisi di kelas harganya, soundstage-nya yang termasuk luas dengan bentuk yang cukup membulat, timbre-nya yang natural, dan juga dinamikanya yang jelas. Driver dari IEM ini juga memiliki kualitas yang bagus karena skalabilitasnya saat dipakai di volume yang agak tinggi, Mimin tidak merasakan adanya distorsi (suara yang pecah/kasar). Resolusi dari IEM ini juga masih terbilang cukup untuk di kelasnya. Mimin sendiri merasa kalau IEM ini bahkan masih bisa dipakai untuk bermain game karena imaging-nya yang cukup akurat loh.

PENUTUP :

Kiwi Ears x B_Media: Chorus hadir sebagai IEM kolaborasi yang terasa sangat matang untuk penggunaan sehari-hari. Dengan ukuran housing yang kecil, fitting nyaman, build quality solid, dan tuning warm-balanced yang musikal. IEM ini berhasil memberikan pengalaman mendengarkan yang santai namun tetap menyenangkan. Karakter bass-nya yang besar dan menghentak menjadi daya tarik utamanya. Dipadukan dengan vokal natural yang berbodi serta treble smooth yang aman didengar dalam waktu lama. Ditambah lagi, penggunaan driver DLC membuat kualitas suara yang dihasilkan tetap responsif, minim distorsi, dan terasa cukup rapi untuk kelas harganya.

Selain nyaman dipakai untuk menikmati musik santai, Kiwi Ears x B_Media: Chorus juga memiliki performa teknikal yang masih kompetitif di kelasnya. Imaging-nya cukup presisi, soundstage terasa luas dan membulat, serta timbre dan dinamika suaranya terdengar natural. Build semi-open back-nya juga membuat desainnya terasa unik dan berbeda dibanding kebanyakan IEM lain di kelas harga serupa. Walaupun treble dan resolusinya bukan yang paling ditonjolkan, justru karakter inilah yang membuat Chorus terasa aman, fun, dan tidak gampang membuat telinga lelah saat dipakai berlama-lama.

Gambar Detail Kiwi Ears x B_Media: Chorus

Cocok untuk siapa:

  • Penikmat suara warm dan musikal
  • Basshead yang suka bass menghentak tapi tetap natural
  • Pendengar yang sensitif terhadap treble tajam
  • Pengguna yang mencari IEM nyaman untuk dipakai lama
  • Penikmat lagu pop, hip-hop, city pop, jazz, ataupun vokalan
  • Pengguna yang suka suara vokal natural dan berbodi
  • Orang yang mencari IEM housing kecil dan ringan
  • Pengguna harian yang butuh IEM fun untuk musik maupun gaming ringan

Kelebihan:

  • Bass besar, menghentak, dan satisfying
  • Mid natural, tebal, dan cukup manis
  • Treble smooth dan aman dari harsh maupun sibilance
  • Karakter suara musikal dan nyaman didengar lama
  • Housing kecil dan fitting sangat nyaman
  • Build quality solid dengan desain semi-open back unik
  • Kabel bawaan ringan, nyaman, dan fungsional
  • Imaging cukup presisi dan soundstage lumayan luas
  • Timbre natural dan dinamika terasa jelas
  • Ada veri kabel yang memiliki mic dengan kualitas cukup bagus
  • Driver DLC responsif dan minim distorsi

Kekurangan:

  • Resolusi dan micro detail bukan yang paling menonjol
  • Sedikit lebih berat di-drive dibanding single DD lain di kelasnya

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!