Review Kiwi Ears Orchestra II
Performa Teknis Tinggi dalam Balutan Desain Premium
Akhirnya Kiwi Ears ngerilis IEM full BA penerus dari Kiwi Ears Orchestra lama dan juga Kiwi Ears Orchestra Lite. Nama IEM nya adalah Kiwi Ears Orchestra II. Penasaran IEM-nya seperti apa? Kita langsung masuk ke pembahasannya aja yuk.
PEMBUKA :
Seri Orchestra dari Kiwi Ears merupakan seri IEM mereka yang dibuat dengan konfigurasi driver full BA. Mulai dari Kiwi Ears Orchestra lama dan juga Kiwi Ears Orchestra Lite. Kedua IEM ini memiliki konfigurasi yang sama, yaitu 8 Balance Armature persisinya. Sesuai dengan namanya, Kiwi Ears Orchestra Lite dijual dengan harga yang lebih murah daripada Kiwi Ears Orchestra biasa.
Sedangkan sekarang, Kiwi Ears Orchestra II menggunakan jumlah BA yang lebih banyak daripada kedua seri sebelumnya. Sekarang IEM ini menggunakan 10 Balance Armature untuk setiap earpiece-nya. Dengan konfigurasi seperti itu, IEM ini dijual dengan harga 5,9 jutaan. Posisi harganya ada di antara Kiwi Ears Orchestra lama dan juga Kiwi Ear Orchestra Lite.

Gambar Kiwi Ears Orchestra II
PACKAGING :
Packaging dari IEM ini terasa upgrade bila dibandingkan beberapa IEM Kiwi Ears lain di harganya. Sebelumnya box Kiwi Ears itu bentuknya kotak, sedangkan box IEM ini bentuknya persegi panjang. Dimensinya juga jadi lebih besar. Di depan box-nya terdapat gambar dari IEM nya dengan background bergradasi warna hijau dan kuning.
Dimensi box yang bertambah besar ini pastinya disebabkan oleh kelengkapannya bertambah banyak. Isi dari kelengkapan di dalam box-nya, yaitu sepasang IEM, kabel modular, jack 3.5mm dan 4.4mm, leather case, dan juga 4 macam eartips yang disimpan di dalam 2 case eartips. Ada 3 pasang eartips narrow bore hitam transparan dengan stem merah, 3 pasang eartips narrow bore putih, 3 pasang eartips wide bore hitam transparan dengan stem kuning, dan juga 3 pasang eartips wide bore hitam stem pendek. Jadinya total eartips yang kita dapatkan ada 12 pasang loh! Niat bangetkan paket kelengkapan IEM ini?

Gambar Box Kiwi Ears Orchestra II
DESAIN :
Mimin suka banget sama desain dari Kiwi Ear Orchestra II. Desainnya beneran berhasil ngasih kesan yang premium, mahal, dan elegan. Di faceplate-nya terdapat 2 material yang berbeda. Di bagian pinggirnya terbuat dari metal, sedangkan di bagian tengahnya terbuat dari resin. Terdapat tulisan “Kiwi Ears” di bagian metal earpiece sebelah kanan, ada juga tulisan “Orchestra II” di earpiece sebelah kirinya. Motif faceplate yang terbuat dari resinnya kelihatan cantik banget. Warnanya sama seperti box-nya, gradasi antara warna hijau dan kuning dengan banyak motif heksagon kecil. Lalu bagian shell-nya terbuat dari resin yang terasa tebal dan solid. Finishing-nya juga rapi banget. Bener-bener premium deh housing dari Kiwi Ears Orchestra II ini.
Kabelnya juga cocok banget dengan IEM-nya. Warna kabelnya putih, bahannya cukup tebal, lentur, dan sudah modular. Kabelnya terbuat dari Single Crystal Copper Silver-Plated, 4 strands. Bagian bawahnya braided, sedangkan bagian atasnya twisted. Beberapa kabel yang setebal ini biasanya kaku dan sulit untuk diatur, sedangkan kabel dari Kiwi Ears Orchestra II ini termasuk yang lentur dan mudah banget untuk diatur. Bobotnya juga termasuk ringan untuk kabel setebal ini. Jadinya enak banget buat dipakai lama-lama. Selain itu, kabelnya ini sama sekali ga kerasa microphonic kalau bergesekan dengan baju. Bagian earhook-nya juga pas banget mengelilingi telinga Mimin. Oh ya, kabel ini juga modular antara 3,5mm Single Ended dan juga 4,4mm Balance. Mantap banget deh kabel dari Kiwi Ears Orchestra II ini.

Gambar Faceplate Kiwi Ears Orchestra II
FITTING :
Ukuran housing dari Kiwi Ears Orchestra II ini termasuk besar. Jadi mungkin ukuran housing IEM ini akan tidak cocok untuk kalian yang memiliki ukuran telinga yang agak kecil. Bentuk dari shell IEM ini sebenarnya masih termasuk normal. Bentuknya agak datar dan minim lekukan. Tidak ada finch/sayap di bagian shell-nya. Jadinya bentuk IEM ini seharusnya akan nyaman untuk kebanyakan orang.
Panjang nozzle-nya sebenarnya masih terbilang normal juga, tapi diameter nozzle-nya lumayan besar daripada kebanyakan IEM. Jadinya mungkin akan membuat beberapa eartips jadi sulit untuk dipasang ke nozzle IEM ini.
Oh ya, housing dari Kiwi Ears Orchestra II ini tidak memiliki vent. Jadinya IEM ini akan terasa kedap sekali karena adanya pressure build up (adanya udara yang terperangkap di dalam telinga kita). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti eartips nya menggunakan eartips yang tidak terlalu nge-seal di telinga kita. Misalnya menggunakan Tangzu Tang Sancai Eartips ataupun Harmonic Empire Sonic Eartips.

Gambar Housing Kiwi Ears Orchestra II
DRIVABILITY :
Kiwi Ears Orchestra II ini merupakan IEM yang mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan yang dipasangkan jack 4.4mm nya yang ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 dengan mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 4-6 dari 63 sudah terasa cukup.
SUARA :
Untuk penjelasan suara ini, Mimin menggunakan eartips wide bore hitam transparan yang stem-nya berwarna kuning. Peran eartips terhadap IEM ini sangatlah besar. Mulai dari suara yang dihasilkan dan juga kenyamanan saat menggunakannya. Mimin sarankan untuk coba semua eartips bawaannya dulu saat mencoba IEM ini.
Impresi suara saat pertama kali Mimin menggunakan Kiwi Ears Orchestra II ini adalah balance bright. Mungkin terasa mild U-shape. Bass-nya punchy, mid-nya cukup maju, sangat bersih dan bening, dan treble-nya yang sparkling, serta level teknis yang tinggi sekali untuk kelas harganya.
BASS :
Kuantitas bass dari Kiwi Ears Orchestra II ini termasuk besar, tapi tentunya belum sampai levelnya basshead. Fokusnya lebih ke mid bass daripada sub bass. Pukulan dari mid bass-nya cukup mantap untuk IEM full BA. Mid bass punch-nya bisa terasa di lagunya Hikaru Utada yang judulnya “One Last Kiss”. Mungkin karena BA yang digunakannya adalah custom low-frequency BA yang lebih kuat dari generasi sebelumnya. Untuk sub bass-nya juga masih tetap berasa bergemuruh atau rumble-nya, ga sampai roll off atau hilang.
Untuk kualitas bass nya juga bagus sekali. Impact dari pukulan mid bass-nya cukup berenergi. Dan karena menggunakan driver BA untuk frekuensi bass-nya, menyebabkan transient speed-nya terasa cepat dan gesit sekali. Contohnya di lagunya Dysmn yang judulnya “Please, Take Away The Pain”, suara kick drum sama sekali ga kerasa numpuk dan bergulung-gulung. Jadinya IEM ini cocok banget untuk dipakai lagu yang cepat. Belum lagi, kontrol dari bass-nya kerasa bagus dan rapi banget. Mimin sama sekali ga ngerasain adanya bleeding dari bass ke mid-nya. Overall, Mimin suka banget dengan bass dari Kiwi Ears Orchestra II ini.
MID :
Mid dari Kiwi Ears Orchestra II ini terasa maju, bersih, dan bening sekali. Suara vokal perempuan terasa lebih maju daripada vokal laki-laki. Emosi dari suara penyanyinya berasa lepas banget. Ga ada yang menahan suara penyanyinya. Jadinya suara vokal penyanyinya di sini tidak terasa sengau. Vokal perempuannya juga terasa bening. Untuk vokal laki-lakinya masih terasa natural, namun bukan yang paling berbobot. Untungnya ga sampai tipis banget. IEM ini juga masih lumayan aman dari shouty, asalkan tidak digunakan di volume yang tinggi. Overall, masih tetap termasuk natural. Suara alat musik yang terutama yang bernada tinggi seperti gitar listrik juga sama-sama terasa maju. Jadinya IEM ini cocok banget buat kalian yang suka dengan suara yang frekuensi mid-nya lumayan ter-highlight.
TREBLE :
Treble dari Kiwi Ears Orchestra II ini menurut Mimin termasuk yang smooth, rapi, dan eksten. Kuantitas treble-nya secara keseluruhan masih terasa pas. Fokusnya lebih ke upper treble daripada mid treble ataupun lower treble-nya. Jadinya IEM ini memberikan suara treble yang airy, dengan micro detail yang terdengar dengan jelas. Attack dari mid treble-nya juga pas. Begitu juga dengan timbrenya yang masih natural. Dengan setup yang Mimin gunakan, Mimin sama sekali ga ngerasain adanya timbre metalik atau timbre yang biasanya dihasilkan oleh driver BA yang kurang bagus. Suara crash simbal masih terdengar natural dan lepas. Tidak ada sibilance ataupun suara tajam dari treble-nya.
TEKNIS :
Level teknis dari Kiwi Ears Orchestra II ini menurut Mimin termasuk yang sangat tinggi untuk kelas harganya. Tingkat resolusinya sangat tinggi, imaging-nya terasa presisi, separasi dan layering-nya juga terasa misah-misahnya. Clarity, macro detail, micro detail, dan transient speed juga ga kalah bagusnya. Untuk soundstage dari IEM ini lumayan terasa membulat. Suara width kanan-kiri nya terasa lebar, depth depan-belakangnya juga terasa banget kedalamannya, height atas-bawahnya juga masih terdengar jelas. Beneran deh, level teknis dari Kiwi Ears Orchestra II ini lumayan bisa bersaing dengan beberapa IEM di kelas atasnya.
PENUTUP :
Secara keseluruhan, Kiwi Ears Orchestra II hadir sebagai peningkatan yang terasa matang dan serius dari lini Orchestra sebelumnya. Dengan konfigurasi 10 Balanced Armature, Orchestra II menawarkan karakter suara balance bright atau mild U-shape yang rapi dan musikal. Bass-nya punchy dan cepat khas full BA, mid terdengar maju, bersih, dan bening dengan vokal perempuan yang menonjol serta ekspresif, sementara treble tampil airy, halus, dan eksten tanpa terasa tajam atau sibilance. Karakter ini membuat Orchestra II cocok untuk kamu yang mengutamakan kejernihan, detail, dan presentasi suara yang bersih namun tetap hidup.
Di sisi teknis, Kiwi Ears Orchestra II menunjukkan performa yang sangat impresif di kelas harganya. Resolusi tinggi, separasi dan layering yang rapi, imaging presisi, serta soundstage yang terasa membulat dan tiga dimensi menjadikannya mampu bersaing dengan beberapa IEM di kelas yang lebih tinggi. Ditambah desain premium, kelengkapan super niat, dan drivability yang mudah, Orchestra II bisa dibilang sebagai salah satu opsi IEM full BA paling solid dan seimbang untuk penikmat detail, vokal, dan teknikalitas tinggi.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




