REVIEW KHADAS TONE2 PRO
Kalian pasti mikir kalau DAC/AMP desktop itu ukurannya pasti besar-besar. Kebanyakan setup desktop juga memerlukan power input agar bisa menyala. Hal itu pastinya akan membuat setup tersebut menjadi tidak begitu portable atau tidak mudah dibawa kemana-mana. Untungnya hal-hal ribet tersebut tidak akan kalian rasakan di DAC/AMP Desktop yang mau Mimin jelaskan kali ini. Nama dari benda ini adalah Khadas Tone2 Pro. Mau tau seperti apa kualitas, penggunaan, dan juga suara dari DAC/AMP desktop portable ini? Yuk kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
Beberapa bulan yang lalu, Mimin sudah membahas DAC/AMP wireless yang bernama Khadas Tea Pro. Kali ini Bass Audio kedatangan lagi barang lain dari Khadas yang merupakan desktop DAC/AMP dengan bentuk yang sangat compact dan bisa dipakai sama seperti saat kita menggunakan DAC/AMP dongle. Khadas Tone2 Pro ini bisa kita gunakan hanya dengan menggunakan kabel C to C ke smartphone ataupun laptop kita, dengan atau tanpa power input tambahan. Keren banget ga sih?
PACKAGING :
Ukuran box-nya termasuk yang kecil dengan penampilan yang simpel dan clean. Di depannya hanya terdapat gambar dari DAC/AMP-nya. Warna background-nya juga hanya diwarnai putih. Desain penampilan box seperti ini mengingatkan Mimin dengan barang-barang Apple banget, wkwk. Di dalamnya juga hanya terdapat DAC/AMP-nya, kabel type C to type C, serta buku panduan. Intinya paket kelengkapan dari DAC/AMP ini dibuat dengan sangat minimalis. Seakan-akan membuat kita seperti membuka box dari sebuah DAC/AMP dongle, bukan DAC/AMP desktop.

Gambar Paket Kelengkapan Khadas Tone2 Pro
DESAIN & BUILD QUALITY :
DAC/AMP desktop ini memiliki desain yang sangat unik. Bentuknya persegi panjang yang agak ramping. Di bagian atas ini juga ternyata dibagi menjadi 3 bagian utama.
- Ada yang bentuknya persegi panjang yang disampingnya memiliki 3 port RCA dan sebuah port 4.4mm.
- Ada juga bagian yang bentuknya menyerupai trapesium dengan permukaan yang miring. Bagian ini juga terdapat tulisan “tone” berwarna emas, serta port 3.5mm di bagian pinggirnya.
- Terdapat juga 1 bagian yang lebih rendah dengan bentuk seperti trapesium yang di sampingnya memiliki 2 port type C, serta di bagian atasnya terdapat sebuah knob dengan ukuran yang cukup besar.
Sebagian besar bodinya memiliki warna hitam dengan beberapa aksen berwarna emas. Semuanya membuat desain dari DAC/AMP desktop ini menjadi terasa premium, berkelas, dan modern.
Bodi dari DAC/AMP desktop ini terbuat dari satu potongan aluminium alloy CNC. Bodinya juga sudah melewati proses finishing anodized, yang membuatnya menjadi sangat tahan karat, anti gores, dan tidak mudah mengelupas. Permukaan bodinya terasa sangat halus saat Mimin pegang. Oh ya, untuk bagian bawah bodi dari DAC/AMP ini terdapat juga sebuah bantalan karet yang pastinya membuat bodi dari DAC/AMP ini menjadi tidak mudah bergeser.

Gambar Port Khadas Tone2 Pro
Untuk sebuah DAC/AMP desktop mini, port dari Khadas Tone2 Pro ini masih termasuk banyak loh. Kalau Mimin jelaskan, port-portnya terdiri dari:
- 3.5mm single ended (analog out), untuk IEM atau headphone,
- 4.4mm balance (analog out), untuk IEM atau headphone,
- Balanced RCA-R (analog out),
- Balanced RCA-L (analog out),
- S/PDIF coaxial-input, untuk CD player,
- USB-C (I2S), yang bisa dipakai sebagai external bluetooth module (data-in) / USB-C 5V linear power supply (power-in),
- USB-C (USB), yang dibisa dipasangkan ke Komputer/Laptop/Smartphone (data-in and power-in).
Lengkap bangetkan port-nya. Oh iya, di ataskan Mimin menulis kalau DAC/AMP desktop mini ini bisa disambungkan dengan external bluetooth module. Sebenarnya Khadas sudah memiliki bluetooth module tersebut yang bernama BT Magic, namun kita harus membelinya secara terpisah.
Khadas juga sudah menghadirkan port balanced RCA yang memiliki keunggulan, yaitu menggunakan 3 pin (Positive, Negative, Ground), masih kompatibel dengan RCA biasa, dan dapat dihubungkan ke perangkat XLR menggunakan adaptor khusus. Level tegangan dari output balance RCA ini adalah 4Vrms untuk balance, dan 2Vrms untuk single end-nya.
Sedikit informasi tambahan soal input dan output-nya. Beberapa mode input tersebut bisa kita pilih secara manual maupun otomatis. Ada juga hal yang menarik soal port output-nya. Kita bisa menggunakan output 3.5mm dan 4.4mm secara bersamaan di DAC/AMP desktop ini loh. Selain itu, kedua port kecil ini juga bisa digunakan bersamaan dengan port RCA-nya. Jadi kalau kalian penasaran, kalian bisa mencoba mendengarkan lagu di headphone kalian sambil menyalakan speaker yang sama sama dipasangkan ke Khadas Tone2 Pro ini, wkwk.
SPECIFICATIONS :
Untuk spesifikasi singkat dari DAC/AMP Khadas Tone2 Pro ada di bawah ini:
DAC: ESS ES9038Q2M
USB: XMOS XU216
Audio Format:
- PCM hingga 768kHz
- Native DSD512
- MQA Full Decoder
Output Headphone:
- Balanced 4.4mm: hingga 83mW @300Ω, maksimal headphone 300Ω
- Single End 3.5mm: hingga 17.6mW @300Ω, direkomendasikan hingga 150Ω
Signal to Noise Ratio: 121dB (Balanced), 119dB (Single End)
THD+N: Balanced serendah 0.000158%
Single End: serendah 0.0002%
USER EXPERIENCE :
Mimin biasa menggunakan DAC/AMP desktop mini ini ke laptop yang biasanya Mimin bawa. Pengalaman Mimin menggunakannya sangatlah menyenangkan, karena bentuknya yang kecil dan compact. Hal itu membuat Mimin bisa membawanya kemana-mana tanpa terasa menambah bobot dan memakan tempat di tas. Dan pastinya Mimin suka sekali dengan hasil suaranya yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

Gambar Khadas Tone2 Pro saat Diaktifkan
Oh iya, DAC/AMP desktop mini ini kan dapat digunakan tanpa memerlukan power input tambahan. Kalian pasti penasaran dengan seberapa banyak daya yang dihabiskan oleh DAC/AMP desktop ini apabila dipasangkan ke device berbaterai seperti laptop dan smartphone. Untuk Mimin sendiri yang biasa memasangkannya ke laptop, penggunaan selama 30 menit tanpa menggunakan power input tambahan, DAC/AMP ini bisa menghabiskan baterai sebanyak 7% saja. Lalu apabila Mimin memasangkan DAC/AMP ini dengan power input tambahannya, selama penggunakan 33 menit DAC/AMP ini menghabiskan baterai laptopnya sebanyak 7% juga. Jadi kurang lebihnya, mau itu dengan atau tanpa power tambahan, DAC/AMP ini akan menyerap daya yang kurang lebih sama.
Bodi DAC/AMP ini juga akan terasa hangat saat dipakai dalam waktu yang lama. Untungnya panas yang dihasilkan di bodinya masih dalam batas wajar. Masih tetap lebih dingin bila dibandingkan beberapa smartphone yang dipakai untuk bermain game berat, wkwk.
Cara melakukan navigasi dengan menggunakan knob.
Mimin juga menemukan hal unik lainnya dari DAC/AMP ini. Di bawah knob DAC/AMP ini terdapat ring light (lampu) yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukan berapa persen volume yang sedang kita gunakan. Saat volumenya nol, lampunya akan berwarna merah. Sedangkan saat kita menaikkan volumenya lebih dari nol, maka lampunya akan berubah warna menjadi biru muda. Semakin melebar lampu yang menyala, maka semakin besar juga volume yang sedang kita pakai.

Gambar Ring Light di bawah Knob Khadas Tone2 Pro
Selain berfungsi sebagai pengatur volume, ternyata knob-nya bisa kita gunakan untuk melakukan beberapa navigasi loh. Caranya dengan sedikit mendorong knob-nya searah dengan saat kita memasang kabel type-C nya. Beberapa navigasi yang bisa kita coba diantaranya:
- Dorong knob-nya sekali untuk play/pause lagu.
- Dorong cepat dua kali untuk masuk ke fungsi mengganti track. Lampu indikator akan berubah warna merah. Putar knob-nya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) untuk pindah ke track sebelumnya atau geser ke kanan (searah jarum jam) untuk pindah ke track selanjutnya.
- Dorong cepat lagi dua kali untuk masuk ke fungsi gain. Lampu indikator akan berubah antara warna hijau atau merah bercampur hijau. Kita bisa mengubahnya dengan memutar knob-nya ke kiri atau ke kanan. Pilihan gain-nya ada tiga, dari paling kirinya ada setingan Pre-amp, high gain, dan paling kanan ada low gain. Ketiganya berurutan dari kiri ke kanan.
- Dorong cepat lagi dua kali untuk masuk ke fungsi mengganti jenis input. Lampu indikator akan berubah warna menjadi merah bercampur dengan sedikit kuning. Kita bisa mengubahnya dengan memutar knob-nya ke kiri atau ke kanan. Pilihan setingan input-nya ada empat macam, dari paling kirinya ada input USB, S/PDIF, I2S, dan yang paling kanan ada auto. Semuanya berurutan dari kiri ke kanan.
- Dorong cepat lagi dua kali untuk masuk ke fungsi mengganti filter. Lampu indikator akan berubah warna menjadi merah bercampur dengan sedikit biru tua. Kita bisa mengubahnya dengan memutar knob-nya ke kiri atau ke kanan. Pilihan setingan filter-nya ada tujuh macam. Kalian bisa melihat filter-filter tersebut dengan lebih jelas di buku panduannya.
- Dan dorong cepat dua kali lagi untuk kembali ke fungsi pengaturan volumenya.
Awal-awalnya mungkin akan terasa membingungkan, tapi lama kelamaan kalian pasti akan terbiasa dengan navigasinya, wkwk.
SUARA :
Mimin suka sekali dengan suara yang diproses oleh Khadas Tone2 Pro ini. Menurut Mimin, suara yang dihasilkannya termasuk netral sedikit bright. Suaranya terasa cukup akurat dan organik. Jadinya kita bisa banget menggunakan berbagai IEM atau headphone dengan DAC/AMP ini tanpa terasa penambahan bumbu suara yang berlebih. Semua IEM yang Mimin coba pasangkan ke DAC/AMP ini menjadi naik level secara resolusi, detail, dinamika, soundstage, dan imaging. Mimin tidak pernah membayangkan kalau IEM-IEM yang biasanya Mimin gunakan bisa mengalami upgrade yang terasa sesignifikan ini.
Bass:
Banyak IEM yang Mimin coba pasangkan ke DAC/AMP ini menjadi memiliki bass yang terdengar lebih fokus. Secara kuantitas mungkin tidak begitu terasa adanya perubahan, tapi secara impact, bobot, dan teksturnya menjadi terdengar lebih baik. Biasanya kebanyakan IEM daily Mimin saat dipasangkan dengan DAC/AMP lain, secara posisi atau imaging, suara bassnya akan terasa menyebar dan kurang fokus. Sedangkan saat IEM-IEM itu dipasangkan ke DAC/AMP ini, bass-nya terdengar menjadi lebih jelas dan presisi secara posisinya.
Menurut Mimin, kuantitas bass yang dihasilkan oleh DAC/AMP ini terdengar sedikit lebih fokus ke sub bass daripada mid bass-nya. Selain itu, suara bass yang dihasilkannya juga bisa terdengar lebih gesit dan responsif. Ditambah lagi dengan sensasi dalam dan suara gemuruh yang masih jelas, serta bobot dan tekstur yang makin mantap, membuat IEM-IEM yang biasanya memiliki suara bass yang biasa-biasa saja, terdengar menjadi lebih baik.
Mid:
Suara di frekuensi mid-nya juga bisa terdengar sangat hidup, berenergi, dan bersih. Saat Mimin coba mendengarkan lagunya Hikaru Utada yang berjudul “First Love” dengan IEM yang dipasangkan ke DAC/AMP ini rasanya bisa banget membuat Mimin seakan-akan terbang diantara awan terang dan lautan yang sangat bening dan bersih. Suara dari penyanyinya terdengar sangat berenergi dan lepas. Tidak terdapat suara vokal yang tertahan. Vokalnya juga tidak terasa dibuat-buat.
Walaupun mid-nya dibuat tidak terlalu tebal, namun bagusnya suara vokal laki-laki masih terdengar berbodi di sini. Bobotnya sama sekali tidak dibuat menjadi tipis. Pokoknya suara mid yang dihasilkannya terdengar sangat natural dan organik. Suara alat musik yang biasanya tidak terlalu terdengar juga, menjadi lebih jelas saat menggunakan DAC/AMP ini.
Treble:
Mimin juga suka sekali dengan suara treble yang diberikan oleh DAC/AMP ini. Suara treble-nya dibuat dengan sangat jelas dan detail tanpa terdengar berlebihan. Suaranya cukup energik dan setara antara mid treble dan upper treble-nya. Jadi suara attack awal di mid treble dari pukulan simbal sampai gemericik atau sensasi airy di upper treble-nya bisa sama-sama terdengar jelas di sini. Bagusnya lagi, suara treble yang sangat detail ini bisa dipresentasikan dengan sangat smooth loh. Mimin sama sekali tidak merasakan adanya suara treble yang kasar, harsh, dan sibilance. Biasanya suara treble yang detail akan membuat timbre dari suatu IEM-nya menjadi terdengar metalik, namun saat dipasangkan ke DAC/AMP ini, timbre suara yang dihasilkannya masih termasuk yang sangat natural.
TEKNIS :
Menurut Mimin untuk sebuah DAC/AMP desktop mini di harga segini, level teknikalitasnya sangat cocok untuk disebut sebagai juara. IEM-IEM yang Mimin pasangkan ke DAC/AMP ini terasa memiliki banyak peningkatan secara teknisnya. Mulai dari resolusi (kejelasan nada) yang menjadi lebih baik, dinamika yang makin jelas, semakin banyak detail suara yang lebih terdengar, separasi yang lebih terdengar memisah, layering yang makin mantap, imaging-nya yang lebih presisi, soundstage-nya menjadi lebih luas secara widht, depth, dan height.
Mimin juga merasakan adanya peningkatan secara clarity-nya yang makin bening, timbre-nya yang masih dijaga tetap natural, dan drivability-nya yang sangat baik karena tidak didapatkannya suara pecah atau distrosi dari IEM-IEM yang Mimin coba.
PENUTUP :
Khadas Tone2 Pro berhasil membuktikan kalau sebuah DAC/AMP desktop tidak harus berukuran besar dan bergantung pada adaptor daya agar dapat memberikan kualitas suara yang tinggi. Dengan desain yang sangat compact, build quality premium, konektivitas yang lengkap, serta kemudahan penggunaan melalui satu multifunction knob, DAC/AMP ini mampu menghadirkan pengalaman desktop audio yang praktis tanpa mengorbankan performa. Karakter suaranya yang netral sedikit bright dengan penyajian yang akurat dan organik membuatnya mampu meningkatkan kualitas hampir semua IEM maupun headphone yang dipasangkan, terutama dari sisi resolusi, detail, dinamika, imaging, hingga soundstage.

Gambar Keseluruhan Khadas Tone2 Pro
Selain kualitas suara yang sangat memuaskan, Khadas Tone2 Pro juga menawarkan fleksibilitas penggunaan yang tinggi berkat banyaknya pilihan input dan output, dukungan Balanced RCA, kemampuan digunakan tanpa adaptor tambahan, serta ukuran yang tetap mudah dibawa bepergian. Walaupun navigasi melalui knob membutuhkan sedikit waktu untuk dipelajari dan bodinya akan terasa hangat saat digunakan cukup lama, secara keseluruhan Khadas Tone2 Pro menurut Mimin merupakan salah satu DAC/AMP desktop mini yang mampu menggabungkan kualitas suara, fitur, dan portabilitas dengan sangat baik untuk berbagai kebutuhan audio.
Cocok untuk siapa?
- Pengguna yang menginginkan DAC/AMP desktop dengan ukuran sangat compact dan mudah dibawa.
- Pengguna IEM maupun headphone yang ingin meningkatkan resolusi, detail, dan imaging tanpa mengubah karakter suara secara berlebihan.
- Pendengar yang menyukai karakter suara netral sedikit bright dengan timbre organik.
- Pengguna laptop atau smartphone yang ingin menggunakan desktop DAC tanpa adaptor daya tambahan.
- Pengguna yang membutuhkan banyak pilihan konektivitas (USB, S/PDIF, RCA, 3.5mm, dan 4.4mm Balanced).
- Pemilik speaker maupun amplifier yang ingin memanfaatkan output Balanced RCA.
- Audiophile yang sering berganti-ganti IEM atau headphone karena DAC ini mudah dipadukan dengan berbagai karakter suara.
- Pengguna yang menginginkan desktop setup minimalis tetapi tetap premium.
Kelebihan
- Desain desktop mini yang sangat compact dan premium.
- Build quality aluminium CNC terasa kokoh dan elegan.
- Port input dan output sangat lengkap.
- Dapat digunakan tanpa adaptor daya tambahan.
- Mendukung penggunaan headphone dan RCA secara bersamaan.
- Karakter suara netral sedikit bright yang akurat dan organik.
- Resolusi, detail, dinamika, imaging, dan soundstage meningkat secara signifikan.
- Bass lebih fokus, presisi, bertekstur, dan responsif.
- Mid bersih, natural, dan berenergi.
- Treble detail, airy, dan tetap nyaman didengarkan.
- Multifunction knob memudahkan hampir seluruh pengoperasian perangkat.
- Suhu kerja masih tergolong aman meskipun digunakan dalam waktu lama.
Kekurangan
- Navigasi menggunakan multifunction knob membutuhkan waktu untuk dipelajari.
- Bodi menjadi hangat setelah digunakan cukup lama.
- Paket penjualan tergolong sangat minimalis.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




