Review Juzear X Koto Nebula
Siapa nih yang lagi nyari IEM baru? Di Bass Audio sekarang lagi ada IEM baru nih dari Juzear. Namanya Juzear x Koto Nebula. IEM ini merupakan hasil kolaborasi antara Juzear dengan Koto (Kajikaji) yang merupakan seorang reviewer audio dari Jepang. Mau tau seperti apa kualitas suara dari Juzear x Koto Nebula ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
Menurut Juzear, IEM ini merupakan seri penyempurna dari seri IEM mereka sebelumnya (Juzear Defiant). Juzear x Koto Nebula ini hadir dengan tambahan 1 driver dari IEM tersebut. Jenis drivernya juga berbeda dengan IEM sebelumnya. Kali ini Juzear menambahkan 1 micro Planar driver di dalamnya. Hal ini menyebabkan Juzear x Koto Nebula menjadi IEM tribrid termurah yang mereka buat sejauh ini. Konfigurasi lebih lengkap soal IEM ini adalah 1 Dynamic Driver, 3 Balance Armature, dan 1 micro Planar.
Dengan bantuan Koto/Kajikaji (nama channel YouTube-nya), mereka akhirnya berhasil membuat IEM berkonfigurasi driver yang lebih kompleks dengan tuningan baru dan suara yang lebih natural. Arah suara dari IEM ini sudah disesuaikan dengan preferensi pasar Jepang. Contohnya seperti orang-orang yang suka dengan lagu J-Pop, soundtrack anime, OST dari sebuah game, lagu vokal perempuan, dan masih banyak lagi. Dari semua itu, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga 2,4jutaan.
PACKAGING :
IEM ini datang dengan sebuah box yang berukuran sedang. Di depannya ada tampilan gambar dari bodi dan juga nama lengkap dari IEM-nya. Terdapat juga tulisan dari driver-driver yang digunakan di masing-masing housing-nya. Namun sayangnya, tulisan tersebut tidak terlalu kelihatan karena warna biru dari tulisannya agak mencampur dengan warna background dari box-nya sendiri. Box dari IEM didominasi dengan warna hitam. Kita juga bisa melihat ada campuran antara warna biru, ungu, dan putih yang berbentuk menyerupai kosmik atau alam semesta. Gambar tersebut sangat sesuai dengan nama Nebula dari IEM-nya yang berarti awan antarbintang yang sangat besar di luar angkasa.

Gambar Box dan Beberapa Kelengkapan Juzear x Koto Nebula
Di dalam box-nya kita akan menemukan beberapa kelengkapan, diantaranya:
- sepasang IEM,
- sebuah kabel,
- 3 pasang eartips narrow bore,
- 3 pasang eartips wide bore,
- sepasang eartips foam,
- sebuah cleaning cloth,
- sebuah pouch,
- jack modular 3,5mm single ended,
- jack modular 4,4mm balance.
DESAIN :
Mimin suka sekali dengan tampilan dari IEM ini. Warna dan motif yang ada pada faceplate-nya terlihat sangat eye-cathing. Di kedua faceplate-nya terdapat sebuah motif garis-garis seperti pancaran sinar berwarna biru, putih, dan sedikit ungu yang seakan-akan menyoroti kita. Faceplate dari IEM ini juga memiliki efek phantom color, yaitu warnanya yang berubah-ubah seperti warna pelangi tergantung arah datangnya cahaya. Hal itu bisa didapatkan karena faceplate IEM ini di desain dengan teknik manufaktur yang serius. Semuanya membuat tampilan dari IEM ini terasa memiliki kesan yang cantik, meriah, dan mencolok.
Housing dari IEM ini terbuat dari resin yang ringan dengan permukaan yang sangat halus. Saking halusnya, permukaan IEM-nya bisa terasa sangat licin saat dipegang. Mimin juga tidak menemukan adanya bagian yang lancip atau sambungan yang tidak rapi dari bodinya.

Gambar Desain Juzear x Koto Nebula
Kabel bawaan dari IEM ini juga masih termasuk bagus. Bahannya sangat soft dan fleksibel. Bobotnya juga ringan sekali untuk sebuah kabel IEM yang termasuk agak tebal. Jadinya kabel IEM ini bisa kita atur dengan sangat mudah. Kabelnya terbuat dari 6N OCC Silver-Plated, 400 Core, PVC Double Layer Jacket, dan Bulletproof Fiber Reinforcement yang dibuat menjadi 2 strands twisted. Selain itu, kabel ini juga sudah modular, antara 3,5mm single ended dan juga 4,4mm balance. Jadinya kita tinggal pilih ingin menggunakan jack yang mana tanpa harus mengganti kabelnya.
FITTING :
Mimin suka sekali dengan bentuk dari housing IEM ini. Bentuknya lumayan ergonomis dengan ukuran yang sedang untuk sebuah IEM dengan 5 driver di dalamnya. Pada shell-nya terdapat sedikit lekukan (finch/sayap) yang cocok dan nyaman dipakai kebanyakan orang. Mimin sendiri tidak begitu merasakan adanya lekukan tersebut saat menggunakannya. Selain itu, karena terbuat dari resin, bobot dari IEM-nya menjadi terasa sangat ringan.
Ukuran nozzle-nya juga masih terbilang normal. Baik itu secara diameter dan juga panjangnya. Mimin bisa menggunakan banyak eartips ke IEM ini dengan cukup mudah. Oh ya, IEM ini juga sama sekali tidak memiliki masalah rasa pengap seperti Juzear Defiant. Pokoknya IEM ini sangat nyaman digunakan dalam waktu yang lama.
DRIVABILITY :
IEM ini menurut Mimin masih mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan jack 4.4mm-nya ke DAC/AMP Hiby W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 3-5 dari 30 atau sekitar 13% dari volume maksimalnya.
SUARA :
IEM ini memiliki suara U-Shape yang masih termasuk balance. Setelah Mimin coba mencoba kedua jenis eartips silikon bawaannya, Mimin merasakan adanya perubahan suara yang lumayan signifikan. Bila menggunakan eartips narrow bore, IEM ini akan terasa memiliki suara yang balance warm. Sedangkan saat IEM ini dipasangkan dengan eartips wide bore, suaranya akan terasa balance bright.
Masing-masing dari eartips tersebut sayangnya memiliki sedikit masalah kecil. Untuk eartips narrow bore membuat note weight (bobot nada)nya menjadi kurang berisi. Hal tersebut bisa diatasi dengan menggantinya dengan eartips wide bore, yang membuat IEM-nya menjadi memiliki bobot nada yang lebih mantap. Namun sayangnya, eartips wide bore ini membuat suara treble dari IEM ini menjadi rawan dari sibilance, tidak seperti eartips narrow bore-nya.
Untungnya permasalahan tersebut langsung hilang saat Mimin menggunakan eartips normal bore third party merek apapun. Di review ini, Mimin akan menggunakan eartips Divinus Velvet normal. Dengan eartips ini, suara dari Juzear x Koto Nebula menjadi sangat balance.
Bass dari IEM ini terasa memiliki fokus di sub bass daripada mid bass-nya yang membuatnya dapat menghasilkan suara rumble dan sensasi dalam yang mantap. Ditambah juga dengan suara mid-nya yang bersih dan agak maju. Suara vokal perempuan jadi terdengar bening disini. Treble-nya juga terdengar sparkling dan airy karena memiliki fokus di upper treble-nya. Teknikalitasnya juga sangat bersaing, bahkan masih bisa melawan beberapa IEM yang harganya sedikit di atasnya. Mulai dari resolusi, soundstage, imaging, separasi, clarity, dan koherensinya yang sangat baik.

Gambar Grafik suara Juzear x Koto Nebula
BASS :
Kuantitas bass dari IEM ini terasa pas. Bukan yang hanya sekedar bunyi, tapi bisa menghasilkan suara rumble dan sensasi dalam yang memuaskan. Hal itu terjadi karena IEM ini memiliki bass yang lebih fokus ke sub bass daripada mid bass-nya. Namun hal tersebut tidak membuat IEM ini menjadi kekurangan suara punch atau hentakan dari mid bass-nya. IEM ini juga masih bisa memberikan tekstur yang bagus. Di lagunya Penthouse yang berjudul “Taxi to the Moon”, suara bass gitarnya masih terdengar tebal dan sedikit berbobot.
Karena bassnya lebih fokus ke sub bass, itu membuat IEM ini menjadi memiliki kontrol yang sangat baik dan terasa terpisah. Tidak ada suara bass yang menyeberang ke frekuensi mid-nya. Di lagu “Aphelion” dari game Wuthering Waves, suara getaran dari sub bass-nya bisa terdengar mantap banget. Suara gemuruh saat lagunya hampir memasuki bagian chorus-nya terasa banget sensasi dalam dan getarannya. Selain itu, saat Mimin coba mendengarkan lagu yang berjudul “SICK” dari Futakuchi Mana di detik sekitar 0:49, saat ada suara double pedalan yang cepat, suara di frekuensi bass dari IEM ini masih bisa mengejar loh. Bassnya tidak terlalu terdengar keteteran di sini. Jadinya IEM ini memiliki kualitas bass yang patut diacungi jempol. Approve banget deh kalau dari Mimin.
MID :
Suara vokal yang dihasilkan IEM ini juga bisa terdengar agak maju, natural, dan bersih. Saat Mimin mendengarkan lagu Penthouse yang berjudul “One Two Three”, suara penyanyi laki-laki dan perempuannya masih terasa setara loh. Kedua suaranya terdengar tidak saling mendominasi. Bobot suara dari penyanyi laki-lakinya juga masih terasa pas di sini. Jadinya tidak terlalu tipis, tapi tidak bisa dibilang tebal juga.
Mimin juga coba lagi mendengarkan lagu J-pop lain yang lebih fokus ke suara penyanyi perempuan seperti lagunya 9Lana yang berjudul “DYNA MIND”. Posisi dari suara penyanyinya terasa lebih maju daripada suara alat musiknya. Saat penyanyinya teriak juga, Mimin tidak merasakan adanya suara yang shouty atau terlalu nyerang. Tetapi Mimin menemukan kalau suara ujung vokal atasnya terdengar sedikit kurang lepas. Hal itu bisa kita lihat dari grafik suara di frekuensi 6kHz nya yang dibuat turun bila dibandingkan upper mid dan mid treble-nya. Untungnya hal tersebut tidak membuat suara vokalnya menjadi sengau.
TREBLE :
Secara kuantitas, treble dari IEM ini terasa sedikit saja lebih banyak dari beberapa target suara netral. Bagusnya presentasi treble dari IEM ini masih termasuk yang smooth. Jadinya suara treble yang dihasilkan dari IEM ini tidak akan terasa terlalu nyerang atau sibilance. Fokusnya lebih terasa di upper treble daripada mid treble dan lower treble-nya. Itu membuat suara treble dari IEM ini akan terasa lebih airy dan sparkling. Banyak sekali suara-suara kecil (micro detail) seperti gemericik yang muncul dari frekuensi upper treble ini. Hal itu juga yang menunjukan kalau IEM ini memiliki ekstensi treble yang sangat baik.
Walaupun treble-nya lebih fokus ke upper treble, ternyata suara attack awal dari simbal di mid treble-nya masih terdengar pas dan apa adanya. Suara ‘ces’ tidak terlalu soft atau tumpul. Secara timbre juga masih terbilang natural untuk sebuat IEM yang menggunakan micro Planar driver dalam menghasilkan sebagian suara treble-nya. Suaranya tidak terlalu dibuat-buat atau sampai artifisial.
TEKNIS :
Teknikalitas dari IEM ini juga berada di level yang bisa bersaing dengan beberapa IEM yang sedikit lebih mahal darinya. Hal-hal yang menonjol soal teknis dari IEM ini terdapat di tingkatan resolusinya yang cukup tinggi, imaging-nya yang termasuk presisi, separasi suaranya yang masih terasa terpisah-pisah, soundstage-nya luas, detail yang baik, serta dinamika yang mantap.
Bentuk soundstage dari IEM ini terasa seperti sebuah bola yang agak benjol di bagian kanan-kirinya. Jadinya IEM ini masih bisa memberikan kesan suara yang 3D, namun dengan suara width (kanan-kiri) yang sedikit lebih jauh daripada depth (depan-belakang) dan height (atas-bawah)nya. Selain itu, transient speed dari IEM ini juga masih bisa terbilang bagus dengan clarity yang cukup, membuat IEM ini sangat pantas untuk dilirik bagi kalian yang suka dengan IEM bertonal balance sekaligus memiliki teknis yang mumpuni di harganya.
PENUTUP :
Juzear x Koto Nebula merupakan IEM yang menawarkan perpaduan antara tuning yang matang, kenyamanan penggunaan, dan kemampuan teknikal yang sangat kompetitif di kelas harganya. Karakter suaranya cenderung balance U-Shape, menghadirkan sub bass yang dalam dan terkontrol, vokal yang bersih dan sedikit maju, serta treble yang airy, detail, dan tetap terasa halus. Ditambah lagi dengan soundstage yang luas, resolusi yang tinggi, dan separasi yang rapi, IEM ini bisa memberikan pengalaman mendengarkan lagu yang terasa hidup tanpa mengorbankan kenyamanan untuk sesi mendengarkan yang panjang.
Selain kualitas suaranya, Juzear x Koto Nebula juga menawarkan build quality yang sangat baik dengan desain faceplate yang unik, housing resin yang ringan dan ergonomis, serta kabel bawaan berkualitas lengkap dengan jack modular 3,5 mm dan 4,4 mm. Meskipun karakter suara bawaan cukup dipengaruhi oleh pilihan eartips, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mudah menggunakan eartips normal bore lain sehingga menghasilkan tonal yang jauh lebih seimbang. Secara keseluruhan, Juzear x Koto Nebula menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang mencari IEM dengan tonal balance, kemampuan teknikal tinggi, serta fleksibilitas untuk menikmati berbagai genre musik.

Gambar Keseluruhan Juzear x Koto Nebula
Juzear x Koto Nebula cocok untuk siapa?
- Pengguna yang mencari IEM bertonal balance dengan sedikit karakter U-Shape.
- Penikmat lagu J-Pop, anime song, game OST, dan vokal perempuan.
- Pengguna yang menyukai sub bass dalam dengan kontrol yang baik, tetapi tetap memiliki punch yang cukup.
- Pendengar yang menginginkan vokal bersih, natural, dan sedikit maju.
- Penikmat treble yang airy, sparkling, penuh detail, tetapi tetap smooth.
- Audiophile yang mengutamakan kemampuan teknikal seperti resolusi, imaging, separasi, dan soundstage.
- Pengguna yang menginginkan IEM nyaman dipakai dalam waktu lama.
- Pengguna yang suka melakukan tip rolling untuk mendapatkan karakter suara yang paling sesuai.
Kelebihan
- Tuning balance dengan sedikit karakter U-Shape yang mudah dinikmati.
- Sub bass dalam, rumble kuat, dan kontrol bass sangat baik.
- Mid bersih, natural, sedikit maju, serta minim shouty dan sengau.
- Treble smooth, airy, sparkling, dengan ekstensi yang sangat baik.
- Timbre treble tetap natural meskipun menggunakan micro planar driver.
- Resolusi, detail, imaging, separasi, soundstage, dan dinamika sangat kompetitif di kelas harganya.
- Soundstage luas dengan kesan ruang yang cukup 3D.
- Build quality housing sangat rapi.
- Faceplate memiliki desain phantom color yang unik dan menarik.
- Kabel bawaan berkualitas, ringan, fleksibel, serta sudah modular (3,5 mm & 4,4 mm).
- Fitting ergonomis, ringan, dan nyaman digunakan dalam waktu lama.
- Mudah di-drive.
Kekurangan
- Eartips bawaan menutup potensi suara IEM-nya
- Suara vokal pada nada paling atas terasa sedikit kurang lepas.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




