Inawaken Blaze Aura: Ketika Desain Estetik Bertemu Karakter Suara yang Memikat!

Inawaken Blaze Aura: Ketika Desain Estetik Bertemu Karakter Suara yang Memikat!

Review Inawaken Blaze Aura

Siapa yang sekarang lagi pakai atau punya IEM dari brand Inawaken? Mimin yakin banyak di antara kalian yang sudah tahu atau tidak asing lagi dengan Inawaken. Merek ini mulai dikenal oleh banyak audiophile portable dengan IEM pertama mereka, yaitu Inawaken Dawn Ms. Sekarang mereka baru saja merilis IEM baru mereka yang bernama Inawaken Blaze Aura. Konfigurasi dari IEM ini juga berbeda bila dibandingkan dengan IEM Inawaken lainnya. Mau tahu seberapa kuat aura dari IEM ini? Yuk kita langsung masuk ke pembahasannya!


PEMBUKA :

Inawaken Blaze Aura merupakan IEM terbaru dari Inawaken yang menggunakan konfigurasi driver quadbrid. Semua driver yang ada di dalam IEM ini diantaranya adalah 

  • 1x 8mm PU+PEEK Dual-Cavity Dynamic Driver untuk frekuensi low.
  • 4x Custom Balanced Armature untuk frekuensi mid.
  • 2x Custom Micro-Planar Driver BN-543006N untuk frekuensi high.
  • 1x 8mm Independent Haptic Vibration Unit untuk menghasilkan getaran fisik.

Selain itu, IEM ini juga memiliki keistimewaan lain loh. Di pinggir housing-nya terdapat dip switch yang berfungsi untuk mengatur driver haptic vibration-nya. Apabila dip switch-nya mengarah ke posisi on, IEM ini akan menghasilkan getaran fisik yang menyesuaikan dengan suara (terutama di frekuensi low-nya). Namun saat dip switch-nya diatur menjadi off, IEM ini akan menonaktifkan getaran fisik tersebut, sehingga penggunanya bisa menikmati suara tanpa efek haptic yang muncul dari driver haptic vibration-nya. Dengan teknologi tersebut, Inawaken Blaze Aura dijual di marketplace Indonesia dengan harga sekitar 4,4 jutaan.


PACKAGING :

IEM ini memiliki box yang berukuran sedang dengan tampilan yang cukup minimalis. Box-nya didominasi dengan warna abu-abu. Di depan box-nya terdapat nama dan juga konfigurasi driver dari IEM ini. Sedangkan di belakangnya terdapat gambar sketsa dari setiap bagian IEM-nya.

Gambar Isi Kelengkapan Inawaken Blaze Aura

Ukuran box yang sedang tidak membuat isi kelengkapannya menjadi seadanya saja. Di dalam box dari IEM ini terdapat:

  • Sepasang IEM Inawaken Blaze Aura.
  • Kabel.
  • Plug interchangeable 3.5mm.
  • Plug interchangeable 4.4mm.
  • 3 pasang eartips wide bore abu-abu.
  • 3 pasang eartips wide bore biru muda.
  • 3 pasang eartips liquid silicon berfilter.
  • Hardcase kulit berwarna hitam.

Kelengkapannya sudah termasuk yang sangat banyak untuk di kelas harganya. Semua isinya juga sangat berguna. Kalian bisa me-rolling eartips dan juga mengganti jack-nya antara 3.5mm ataupun 4.4mm sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


DESAIN :

Faceplate:

Tampilan housing terutama faceplate dari IEM ini sangat menarik dan eye catching dan estetik. Terdapat motif bergelombang yang bisa berubah-ubah warna dan seakan-akan bergerak tergantung dengan pantulan cahayanya. Perubahan warna itu bisa terjadi karena faceplate-nya sudah berbasis electroplated metal panel yang dilengkapi dengan micro-nano optical decorative sheets. Struktur micro-nano grating itulah yang menghasilkan efek visual tersebut.

Gambar Faceplate Inawaken Blaze Aura

Oh ya, faceplate IEM ini juga memiliki sebuah cincin dekorasi yang bisa kita putar secara bebas dan halus. Rasanya cincin ini memiliki fungsi seperti fidget toy/fidget spinner yang dulu pernah diminati oleh banyak orang ya, wkwk. Memang unik sekali desain faceplate IEM ini.


Shell & Switch:

Lalu kalau soal shell-nya, IEM ini memiliki shell yang terbuat dari resin dengan tampilan yang transparan. Jadinya kita bisa melihat bagian internal seperti driver dari IEM ini dengan sangat jelas. 

Di bagian samping dari IEM ini juga terdapat dip switch yang berfungsi untuk mengatur driver haptic vibration-nya. Oh ya, switch dari IEM ini bisa kita atur langsung hanya dengan menggunakan jari saja loh. Tidak seperti kebanyakan IEM ber-switch lainnya yang memerlukan alat lagi untuk mengaturnya. 

Gambar Switch Inawaken Blaze Aura


Build Quality:

Housing IEM ini memiliki build quality yang sangat baik. Bagian resinnya terasa sangat padat dan solid. Permukaannya juga dibuat dengan sangat halus. Sambungan antara faceplate dan shell-nya juga dibuat dengan sangat rapi. Semua bagian housing-nya juga tidak ada yang tajam ataupun kasar.


Kabel:

Mimin juga lumayan suka dengan kabel bawaan dari IEM ini. Bahannya cukup tebal, tapi masih sangat fleksibel, lentur, dan soft. Hal tersebut membuatnya menjadi lebih mudah untuk diatur dan dirapikan. Selain itu, Mimin sama sekali tidak menemukan masalah microphonic saat kabelnya bergesekan dengan pakaian Mimin. Oh ya, material yang digunakan dari kabel ini adalah 6N Silver-Plated Single Crystal Copper dan Silver Foil yang dijadikan 4 strands. Bagian bawahnya braided, bagian atasnya twisted. Kabel ini juga sudah menggunakan sistem modular jack. Jadinya kita bisa mengganti jacknya antara 3.5mm single ended atau 4.4mm balance.


FITTING :

Ukuran housing IEM ini masih termasuk yang sedang untuk sebuah IEM yang memiliki banyak driver di dalamnya. Bila dilihat dari arah nozzle-nya, IEM ini masih memiliki ukuran yang pas untuk kebanyakan orang. Namun bila dilihat dari samping, bagian housing-nya terlihat agak gendut dan tebal.

Gambar Bentuk Housing Inawaken Blaze Aura

Untungnya bentuk shell IEM ini masih dibuat ergonomis. Lekukan dan bentuk finch atau sayap pada housing-nya terasa pas menempel dan mengunci di concha / konka telinga Mimin. Lekukannya juga dibuat dengan tidak begitu tajam. Belum lagi bobot housing-nya juga masih termasuk yang lumayan ringan. Mimin sendiri bisa menggunakan IEM ini dalam waktu yang lumayan lama.

Nozzle dari IEM ini juga masih memiliki ukuran yang normal. Ukurannya tidak terlalu panjang dan diameternya juga tidak terlalu lebar. Bentuk dan ukuran nozzle seperti ini pastinya akan memudahkan kalian yang suka mengganti berbagai seri eartips.


DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin termasuk yang sangat mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan yang dipasangkan jack 4.4mm nya ke DAC/AMP iBasso DC07 Pro. Di high gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 11-13% dari 100%.


SUARA :

Di penjelasan suara dari IEM ini, Mimin akan menggunakan eartips wide bore abu-abunya. Mimin juga akan lebih banyak membahas suaranya di mode switch off.

Menurut Mimin, suara dari IEM ini termasuk mild V-shape warm. Suaranya masih sangat cocok dipakai untuk berbagai genre lagu (all-rounder). Bagian suara yang menjadi highlight dari IEM ini adalah bassnya. Suaranya bisa menghentak dan full. Kuantitasnya juga terasa lumayan besar. Vokalnya juga terasa pas dan agak tebal. Posisinya terasa cukup maju dengan presentasi yang sedikit santai. Dan untuk suara treble-nya terasa smooth. Walaupun terdapat peak yang lumayan tinggi di 8kHz-nya, tapi untuk setup dan sensitivitas telinga Mimin tidak begitu terasa sibilance atau menusuk. Teknikalitas yang dihasilkan IEM ini juga terasa bagus secara resolusi, dinamika, note weight, imaging, separasi, dan timbrenya.

Gambar Grafik Suara Inawaken Blaze Aura

BASS :

Secara kuantitas, IEM ini memiliki bass yang agak besar. Sub bass dan mid bass yang dihasilkan IEM ini juga terasa sangat seimbang. Kedua suaranya sama sekali tidak menutupi satu sama lain. Jadinya IEM ini bisa menghasilkan suara sub bass yang terdengar bergemuruh dan juga mentakan dan pukulan dari mid bass-nya yang solid.

Kualitas bass yang dihasilkannya juga terasa sangat bagus. Saat Mimin mendengarkan lagunya Creepy Nuts yang berjudul “Otonoke”, suara mid bass-nya terasa memukul dan penuh. Hentakan yang dihasilkannya bisa terasa sangat jelas dan berisi. Di lagu “doppelgänger” dari artis yang sama juga, sub bass yang dihasilkannya bisa terasa sangat dalam, bergemuruh, dan memuaskan. Bass yang dihasilkannya juga bisa terasa memiliki tekstur yang sangat mantap. Pokoknya untuk kalian yang suka dengan suara bass (basshead) pasti akan suka dengan IEM ini.

Mimin juga mencoba mendengarkan lagu yang memiliki suara double pedal seperti “Verpertine Decay” dari OBKATIEKAT. Suara double pedal di waktu setelah 2:09 ternyata masih bisa terdengar dengan cukup baik loh. Rasanya memang bukan yang paling gesit, tapi setidaknya bukan yang terasa terlalu lambat sampai terdengar keteteran. Kontrol bassnya juga terasa cukup baik. Mimin tidak begitu merasakan adanya suara bass yang menyeberang ke area lower mid-nya.

Untuk kalian yang ingin mencoba sensasi suara bass yang unik, bisa coba untuk menghidupkan driver haptic vibration-nya. Driver ini umumnya kita kenal dengan nama bone conduction. Saat switch-nya diaktifkan, IEM ini terasa memiliki suara tambahan di area mid bass ke lower mid-nya. Terasa seperti ada suara “tung-tung” dari lagu yang Mimin dengarkan. Mimin sendiri merasa kalau suara seperti ini terasa aneh dan tidak begitu natural. Jadinya Mimin akan lanjut membahas IEM ini dengan posisi switch off.


MID :

Suara vokal yang dihasilkan dari IEM ini termasuk yang agak tebal dengan energi yang sedikit dibuat santai. Secara posisi, vokal yang dihasilkannya masih terasa cukup maju. Sebenarnya vokal laki-laki maupun perempuan dari IEM ini termasuk yang cukup balance, tapi kalau didengarkan dengan lebih teliti, suara vokal laki-lakinya terasa sedikit lebih maju daripada vokal perempuannya.

Contohnya waktu Mimin mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “One Two Three”. Suara vokalis laki-lakinya terdengar lebih jelas dan lebih maju daripada suara vokalis perempuannya. Vokal laki-lakinya terasa sangat berisi, berbobot, dan lumayan tebal. Mimin sangat suka dengan suara vokal laki-laki seperti ini.

Saat Mimin coba mendengarkan lagu lainnya yang lebih fokus ke vokal perempuannya seperti lagunya 9Lana yang berjudul “DYNA MIND”, suara yang dihasilkannya masih bisa terdengar jelas dan lepas. Suaranya tidak terasa begitu tertahan di sini. Oh ya, saat vokalisnya bernyanyi di nada yang tinggi pun, suaranya sama sekali tidak terasa shouty. Itu karena presentasi suara vokal perempuan dari IEM ini dibuat agak santai.

Hal itu juga berpengaruh terhadap suara alat musiknya. Suara alat musik bernada rendah seperti bass gitar dan kick drum terasa lebih maju dibandingkan dengan alat musik bernada tinggi seperti terompet dan violin.


TREBLE :

Suara treble dari Inawaken Blaze Aura menurut Mimin masih termasuk yang smooth. Fokusnya lebih ke mid treble daripada upper treble-nya. Jadinya suara ‘ces’ splashy dari crash simbal akan lebih terasa daripada suara ‘sst’ sparkling di upper treble-nya. Untungnya suara upper treble-nya masih terdengar dengan baik dan bukan treble yang dark, tapi jelas bukan yang terdengar sangat airy.

Kalau dilihat dari grafik suaranya, IEM ini memiliki peak atau puncak yang cukup tinggi di 8kHz, namun suara yang dihasilkannya tidak akan membuat kalian merasakan sensasi sibilance ataupun menusuk. Itu karena puncaknya tersebut tidak dibuat terlalu tajam atau lancip. Bisa dilihat kalau peak mid treble tersebut dibuat melebar mulai dari 5kHz nya. Hal tersebut hanya membuat suara gigitan gitar akan terasa sedikit kasar dan dapat rasa gregetnya.

Sedikit saran dari Mimin untuk kalian yang sangat sensitif dengan suara treble, jangan menggunakan eartips a wide bore ke IEM ini. Eartips wide bore seperti wide bore biru muda bawaannya, bila dipasangkan ke IEM ini akan membuat suara treble menjadi tidak fokus dan sedikit merusak timbre suaranya menjadi agak plastiky. Tapi untuk eartips wide bore abu-abu yang sekarang Mimin pasangkan ke IEM ini, masalah suara tersebut sama sekali tidak terasa. Timbre yang dihasilkan IEM-nya terdengar natural. Suara treble-nya juga menjadi lebih jelas dan tegas.

Gambar Eartips Inawaken Blaze Aura


TEKNIS :

Teknikalitas yang dihasilkan IEM ini termasuk yang bersaing untuk di kelas harganya. Sektor teknis yang ditonjolkannya adalah resolusinya yang sangat jelas, dinamikanya yang mantap, note weight-nya yang sangat solid, imaging-nya yang termasuk presisi, separasi yang masih terasa pemisahannya antar suaranya, dan juga timbre-nya yang masih terasa natural.

Secara soundstage, IEM ini bukan yang terasa luas. Soundstage-nya terasa menuju intimate dan agak berdekatan. Bentuknya juga terasa sedikit melonjong karena suara kanan-kirinya lebih lebar daripada suara dari depan-belakang ataupun atas-bawahnya.


PENUTUP :

Inawaken Blaze Aura merupakan IEM quadbrid yang menawarkan karakter suara mild V-shape warm dengan presentasi bass yang menjadi daya tarik utamanya. Bass yang dihasilkan terasa besar, solid, dalam, bergemuruh, dan bertekstur dengan keseimbangan antara sub bass dan mid bass yang baik. Vokalnya terdengar cukup maju, agak tebal, dan santai, dengan keunggulan pada presentasi vokal laki-laki yang terasa lebih berbobot. Treble-nya juga masih tergolong smooth dengan timbre yang natural. Dari segi teknikalitas, Blaze Aura memiliki resolusi, dinamika, note weight, imaging, dan separasi yang kompetitif di kelas harganya.

Selain menawarkan karakter suara yang all-rounder, Inawaken Blaze Aura juga memiliki berbagai fitur menarik seperti haptic vibration yang dapat diaktifkan melalui DIP switch, faceplate dengan efek visual yang unik, serta decorative ring yang dapat diputar layaknya fidget toy. Build quality, fitting, kabel modular, dan kelengkapannya juga termasuk sangat baik. Walaupun sensasi haptic vibration terasa kurang natural, dan juga soundstage-nya cenderung intimate, Inawaken Blaze Aura tetap menjadi pilihan menarik bagi pendengar yang menginginkan IEM dengan bass yang memuaskan, vokal berbobot, teknikalitas yang baik, dan fitur unik di kelas harga 4,4 jutaan.

Gambar Tampilan Keseluruhan Inawaken Blaze Aura

 Inawaken Blaze Aura Cocok Untuk:

- Pendengar yang menyukai karakter suara mild V-shape warm dan all-rounder.

- Penggemar bass dengan kuantitas besar, solid, dalam, bergemuruh, dan bertekstur.

- Basshead yang menginginkan sensasi sub bass dan mid bass yang sama-sama memuaskan.

- Pendengar yang menyukai suara vokal laki-laki yang tebal, maju, dan berbobot.

- Penggemar vokal perempuan yang terdengar jelas, lepas, dan tidak mudah shouty.

- Pendengar yang menyukai karakter treble smooth dan tidak terlalu airy.

- Pengguna yang menginginkan timbre suara yang natural.

- Pendengar yang mengutamakan resolusi dan dinamika yang baik.

- Pengguna yang membutuhkan imaging dan separasi suara yang cukup presisi.

- Pengguna yang menyukai IEM dengan fitur haptic vibration untuk pengalaman mendengarkan yang berbeda.

- Penggemar desain IEM yang unik, eye-catching, dan memiliki fitur dekoratif interaktif.

- Pengguna yang menginginkan IEM dengan build quality, fitting, kabel, dan kelengkapan yang baik.


 Kelebihan Inawaken Blaze Aura:

- Karakter suara mild V-shape warm yang masih cocok untuk berbagai genre musik.

- Kuantitas bass yang besar dengan keseimbangan sub bass dan mid bass yang baik.

- Sub bass terasa dalam, bergemuruh, dan memuaskan.

- Mid bass memiliki hentakan yang solid, penuh, dan berbobot.

- Tekstur bass terasa sangat baik dan jelas.

- Kontrol bass cukup baik dan tidak mudah menutupi area lower mid.

- Vokal laki-laki terdengar maju, tebal, dan berbobot.

- Vokal perempuan tetap terdengar jelas, lepas, dan tidak mudah shouty.

- Treble smooth dengan detail yang masih terdengar baik.

- Timbre suara terasa natural dengan penggunaan eartips yang sesuai.

- Resolusi dan dinamika yang kompetitif di kelas harganya.

- Note weight yang solid, imaging cukup presisi, dan separasi suara yang baik.

- Fitur haptic vibration yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan melalui DIP switch.

- Desain faceplate unik dengan efek visual yang menarik serta decorative ring yang dapat diputar.

- Build quality housing sangat baik, fitting ergonomis, kabel fleksibel dengan modular jack, dan kelengkapan paket penjualan yang melimpah.


 Kekurangan Inawaken Blaze Aura:

- Bass bukan yang paling gesit saat menangani suara double pedal yang cepat.

- Sensasi haptic vibration terasa agak aneh dan kurang natural bagi beberapa orang.

- Soundstage cenderung intimate dan tidak terlalu luas.

- Penggunaan eartips wide bore tertentu dapat membuat treble kurang fokus dan timbre terasa agak plastiky.


Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!