Review EPZ G20
Halo semuanya. Kalian tau ga kalau EPZ itu memiliki 2 jenis IEM. Ada yang diperuntukan untuk audiophile (orang yang suka mendengarkan lagu), ada juga yang diperuntukan untuk para gamer (orang yang suka bermain game). Sekarang Mimin mau ngebahas salah satu seri IEM gaming-nya yang bernama EPZ G20. Mau tau peforma IEM ini seperti apa? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
EPZ G20 merupakan salah satu IEM gaming buatan EPZ yang sangat disukai oleh banyak orang. Hal tersebut karena IEM ini memiliki beberapa keunggulan yang sangat menarik untuk di kelas harganya, diantaranya:
- Memiliki 2 jenis kabel ber-mic di dalam box-nya,
- Suaranya sangat cocok untuk dipakai bermain game,
- Bentuknya nyaman dengan desain yang minimalis,
- Bisa mengatur suaranya lewat aplikasi.

Gambar Waifu EPZ G20
Konfigurasi yang digunakan di dalam IEM ini adalah 10mm Silicone + PU Composite Dynamic Driver. Jenis dynamic driver ini merupakan driver yang dirancang/dituning sendiri oleh EPZ. Dari keunggulan-keunggulan tersebut, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga sekitar 800 ribuan.
PACKAGING :
Buat yang suka waifu, kalian pasti suka dengan box dari IEM ini. Di depannya terdapat gambar karakter perempuan yang sedang menggunakan IEM tersebut sambil bermain game di smartphone-nya. Ukuran box-nya termasuk sedang. Isi di dalamnya juga tidak kalah menarik dengan tampilan depan dari box-nya. Di dalamnya terdapat sepasang IEM, kabel 3.5mm with mic, kabel type-C with mic, USB adapter, dan juga 3 pasang eartips normal bore. Seingat Mimin sepertinya belum ada lagi IEM jaman sekarang yang memberikan 2 jenis kabel di dalam paket pembeliannya selain EPZ G20 ini. 2 kabel ini juga memiliki peran masing-masing yang nantinya akan Mimin bahas di subbab berikutnya.

Gambar Paket Kelengkapan EPZ G20
DESAIN :
Mimin suka sekali dengan desain housing IEM ini. Tampilannya sangat simpel dan minimalis. Di faceplate sebelah kanannya terdapat logo EPZ, sedangkan di faceplate sebelah kirinya terdapat gambar robot yang menunjukan kalau IEM ini merupakan seri G (gaming)-nya EPZ. IEM ini juga memiliki 3 varian warna, diantaranya Grey, Blue, dan Pink. EPZ menyebut ketiga warna itu sebagai Macaron Color Scheme. Kita jadinya bisa memiliki lebih cocok dengan varian warna housing yang mana, tanpa harus terpaku dengan satu warna saja.
Housing dari IEM ini dibuat melalui proses 3D Printed Medical Grade Resin Cavity. Karena bahan dan bentuknya tersebut membuat IEM ini akan nyaman dipakai untuk kebanyakan orang. IEM ini juga memiliki bobot yang termasuk ringan, karena masing-masing housing-nya hanya memiliki bobot 4.5 gram saja. Build quality-nya juga termasuk bagus. Resinnya terasa solid saat dipegang, dengan permukaan yang sangat halus tanpa adanya bagian kasar.

Gambar Desain Housing EPZ G20
IEM ini memiliki 2 jenis kabel ber-mic. Keduanya terbuat dari bahan yang sama, yaitu OFC Silver-Plated Cable, 2 strands. Kedua kabel ini juga memiliki ketebalan yang serupa. Bahannya sama-sama agak tipis dan minim masalah microphonic. Beberapa perbedaan tampilan dari kedua kabel tersebut diantaranya sebagai berikut:
- Kabel dengan jack 3.5mm memiliki in-line mic yang bertempatkan pada kabel sebelah kanan, sedangkan kabel dengan ujung type-C memiliki mic berbentuk boom mic yang berada di dekat housing IEM sebelah kiri.
- Panjang dari kabel dengan jack 3.5mm adalah 1,2 meter, sedangkan kabel type-C nya memiliki panjang 1,8 meter yang lebih cocok untuk dipasang langsung ke device yang posisinya agak jauh dari kita seperti PC ataupun laptop.
Kabel dengan jack 3.5mm lebih cocok untuk dipakai mendengarkan lagu, karena dapat dipasangkan dengan dongle DAC ataupun DAP. Sedangkan kabel dengan ujung type-C diperuntukan untuk para gamer untuk bermain game.
Keunggulan Kabel EPZ G20:
Pada kabel type-C ini terdapat built-in DSP & DAC. DSP tersebut bisa kita gunakan untuk mengatur suara dari IEM-nya melalui aplikasi yang disediakan oleh EPZ. Nama aplikasinya adalah Walkplay yang bisa kita install di smartphone android lewat website-nya EPZ. Hal-hal yang bisa kita atur di dalam aplikasinya diantaranya:
- 8 pilihan preset tuning suara,
- Custom EQ 8 band,
- Pengaturan microphone gain.
Kabel type-C ini juga memiliki boom mic yang posisinya sangat dekat dengan mulut penggunanya. Jadinya suara kita akan lebih jelas diterima oleh orang yang sedang kita ajak berbicara. Dan ternyata, boom mic tersebut sudah detachable loh. Jadinya kita bisa melepas boom mic-nya apabila kita sedang tidak ingin menggunakannya. Semuanya kelebihan dari kabel Type-C nya membuat IEM ini menjadi overpower bangetkan? Kayaknya belum ada deh IEM dengan kabel Type-C di harga segini yang memiliki fitur sebanyak ini.
Dengan adanya kedua kabel tersebut, membuat EPZ G20 memiliki kompatibilitas yang sangat banyak. IEM ini bisa digunakan dengan smartphone, tablet, laptop, PC, Console, sampai Handheld Gaming Device tanpa memerlukan driver tambahan. Penggunaan kabel dari IEM ini juga membuat IEM ini memiliki latensi yang sangat rendah (0 delay) yang cocok untuk gaming kompetitif.
FITTING :
Bentuk dari IEM ini sangat nyaman dan aman digunakan oleh kebanyakan orang. Ukuran housing dan nozzle-nya juga masih normal. Bukan yang bulky dan bukan yang terlalu ramping. Shell-nya dibuat dengan bentuk yang ergonomis, karena terdapat lekukan yang cocok dengan concha atau konka telinga kebanyakan orang. Material housing yang digunakan pada housing IEM ini juga adalah Medical Grade Resin yang sangat aman untuk kita pakai. Selain itu, bobotnya yang ringan dengan lubang pressure relief vent (untuk mengurangi tekanan udara di dalam telinga)-nya membuat kita bisa menggunakan IEM ini berlama-lama tanpa cepat lelah.

Gambar Bentuk Housing EPZ G20
DRIVABILITY :
Menurut Mimin, IEM ini termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel 3.5mm single ended bawaannya ke DAC/AMP HiBy W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 5-7 dari 30 atau sekitar 20% dari volume maksimalnya.
Apabila Mimin menggunakan kabel Type-C nya ke smartphone pribadi Mimin, biasanya Mimin memerlukan volume 2 dari 15 step atau sekitar 15% dari volume maksimal. Sedangkan kalau IEM-nya dipasangkan ke laptop Mimin, volume yang Mimin butuhkan adalah 6 dari 100. Pokoknya IEM ini masih termasuk ringan untuk di-drive.
SUARA :
Arah suara dari IEM ini menurut Mimin termasuk yang balance bright. Tuningan suaranya lumayan searah dengan target suara In Ear Harman 2019. Suara yang ditekankan dari IEM ini ada di upper mid-nya, membuat vokal perempuan akan lebih jelas dan ter-highlight. Sedangkan untuk bass-nya dibuat lebih fokus ke sub bass dengan kuantitas yang cukupan saja, serta treble yang lumayan detail dan terdengar natural.

Gambar Grafik Suara EPZ G20
BASS :
Kuantitas bass dari IEM ini termasuk yang cukupan saja. Presentasi bass nya jelas lebih fokus ke sub bass daripada mid bass-nya. Suara rumble di lagunya Creepy Nuts yang berjudul “doppelgänger”, bass yang dihasilkannya masih bisa menghasilkan sensasi dalam, tapi agak kurang ber-impact. Getaran atau rumble dari sub bass-nya masih hadir, tapi pukulan dari mid bass-nya terdengar kurang berisi. Bagusnya suara bass yang dituning seperti ini membuatnya memiliki kontrol yang sangat baik. Mimin sendiri tidak merasakan adanya bass yang menyeberang ke frekuensi mid-nya.
Selain itu, transient speed yang dimiliki IEM ini juga ternyata sangat gesit loh. Saat Mimin coba mendengarkan lagunya Dysmn yang berjudul “Please, Take Away The Pain”, suara double pedalnya ga terasa keteteran. Ekor bass yang dihasilkan IEM ini terasa sangat pendek.
MID :
Frekuensi mid dari IEM ini merupakan salah satu bagian suara yang ditonjolkannya. Mid-nya terasa bersih, bening, dan agak tipis. Suara mid seperti ini merupakan ciri khas dari IEM-IEM yang arah suaranya mendekati target In Ear Harman 2019. Biasanya suara seperti ini membuat vokal perempuan akan terasa lebih maju daripada vokal laki-lakinya.
Contohnya di lagunya Penthouse yang berjudul “Minute by Minute”, vokal laki-lakinya terasa agak tipis dan kurang berbobot. Sebaliknya untuk vokal perempuannya menjadi terdengar lebih hidup, maju, jelas, dan lepas. Mimin suka sekali dengan suara vokal perempuan yang dihasilkan IEM ini. Soalnya saat Mimin coba lagi di lagunya 9Lana yang berjudul “Propose”, suara penyanyinya bisa tersampaikan sekali emosinya. Saat penyanyinya teriak ataupun growling-nya bisa terdengar sangat greget. Tapi karena upper mid-nya dibuat agak tinggi, membuat IEM ini agak rawan dari shouty bila didengarkan di volume yang agak tinggi. Jadinya IEM ini lebih enak didengarkan di volume yang sedang saja.
Sedangkan untuk suara alat musiknya, Mimin merasakan kalau alat musik yang menghasilkan frekuensi suara tinggi seperti violin, gitar, terompet, dst. Terdengar sangat jelas. Suara dari alat musik tersebut sama sekali tidak terasa tertahan. Namun untuk alat musik yang menghasilkan frekuensi suara rendah seperti bass gitar ataupun kick drumnya agak kurang berbodi dan kurang tebal.
TREBLE :
Suara treble dari IEM ini menurut Mimin masih termasuk smooth. Mimin jarang sekali menemukan lagu yang memiliki suara treble yang sibilance. Timbre yang dihasilkannya juga jelas banget termasuk yang natural. Sama sekali bukan yang metalik ataupun plastiky.
Fokus treble-nya terasa lebih ke mid treble daripada upper treble-nya. Hal itu bisa kita rasakan dari lagunya Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku”, suara attack awal dari crash simbalnya terasa jelas apa adanya, dengan sensasi sparkling atau airy dari upper treble-nya masih tetap terjaga dengan baik dan natural. Tapi jadinya suara treble yang dihasilkannya bukan yang paling eksten sampai ke ujung upper treble-nya. Suara dari distorsi gitarnya juga masih terasa menggigit di lagu ini. Secara keseluruhan, suara treble yang dihasilkan IEM ini sudah sangat baik untuk di kelas harganya.
TEKNIS :
Teknikalitas yang dihasilkan oleh IEM ini juga masih sangat bersaing untuk di kelas harganya. Karena IEM ini diperuntukan untuk bermain game kompetitif, imaging yang dihasilkan IEM ini termasuk yang cukup presisi. Soundstage-nya juga memiliki bentuk yang cukup membulat dan cukup luas. Jadinya kalau kita menggunakan IEM ini untuk bermain game FPS, kita bisa merasakan arah suara lawan datang. Baik itu dari kanan-kiri, depan-belakang, maupun atas-bawah.
IEM ini juga ternyata memiliki separasi yang sangat baik. Saat Mimin mendengarkan banyak lagi, IEM ini terasa masih bisa membuat suara yang muncul terasa cukup terpisah-pisah. Selain itu, level resolusi, detail, clarity, transient speed, dan timbre yang dimilikinya juga sangat bisa melawan IEM-IEM lain di kelas harganya.
PENUTUP :
EPZ G20 merupakan Gaming IEM yang menawarkan fitur yang sangat lengkap di kelas harganya. Dengan driver 10mm Silicone + PU Composite Dynamic Driver, IEM ini mampu menghasilkan karakter suara balance bright yang cocok untuk kebutuhan gaming kompetitif maupun mendengarkan musik sehari-hari. Fokus pada vokal yang jelas, bass yang terkontrol, serta treble yang natural membuat banyak detail suara penting seperti langkah kaki, arah tembakan, maupun komunikasi tim dapat terdengar dengan baik.
Tidak hanya unggul dari sisi suara, EPZ G20 juga menawarkan nilai tambah melalui dua kabel bawaan yang memiliki fungsi berbeda, lengkap dengan kabel 3.5mm with mic, serta kabel Type-C yang memiliki DSP, DAC, support aplikasi pengaturan suara, serta detachable boom mic. Ditambah fitting yang nyaman, build quality yang solid, dan performa teknikal yang sangat baik, EPZ G20 menurut Mimin menjadi salah satu Gaming IEM paling menarik di kelas harga sekitar 800 ribuan untuk pengguna yang mencari solusi all-in-one untuk gaming dan multimedia.

Gambar Boom Mic EPZ G20
Cocok Untuk Siapa?
- Gamer FPS yang membutuhkan imaging dan positional audio yang akurat
- Pengguna yang mencari Gaming IEM dengan fitur lengkap
- Gamer yang sering melakukan voice chat atau komunikasi tim
- Pengguna yang menginginkan boom mic dengan kualitas lebih baik daripada inline mic biasa
- Penikmat vokal perempuan, J-Pop, Anisong, dan lagu-lagu modern
- Pengguna yang menyukai tuning balance bright ala Harman
- Orang yang mencari IEM nyaman untuk sesi gaming panjang
- Pengguna yang ingin mengatur suara melalui aplikasi dan custom EQ
- Pemilik banyak perangkat seperti smartphone, PC, laptop, console, dan handheld gaming device
Kelebihan
- Paket penjualan sangat lengkap dengan dua kabel bawaan
- Kabel Type-C sudah memiliki built-in DSP dan DAC
- Mendukung aplikasi Walkplay dengan preset tuning dan custom EQ
- Detachable boom mic yang sangat cocok untuk gaming
- Imaging presisi dan sangat mendukung game kompetitif
- Soundstage cukup luas dan membulat
- Separasi dan clarity sangat baik di kelas harganya
- Transient speed cepat dan bass terkontrol
- Treble natural dengan minim sibilance
- Housing ringan, ergonomis, dan nyaman dipakai lama
- Kompatibilitas sangat luas dengan berbagai perangkat
- Latensi sangat rendah untuk gaming
Kekurangan
- Mid bass dan lower mid terasa agak tipis dan kurang berbobot
- Berpotensi shouty pada volume tinggi
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




