Review CrinEar Protocol Micro
Belakangan ini makin banyak orang yang bisa atau bahkan sangat memerlukan fitur EQ di DAC yang mereka pakai. Itu karena mereka ingin sedikit mengatur atau mengubah suara dari IEM yang mereka gunakan menjadi lebih cocok dan enak saat digunakannya. Namun DAC dengan fitur EQ biasanya memiliki harga yang relatif tinggi bagi beberapa orang. Oleh karena itu, dengan munculnya DAC CrinEar Protocol Micro yang memiliki fitur pengaturan 8-band PEQ di harga yang sangat murah, membuat persoalan tersebut langsung terselesaikan dengan mudah. Mau tau sebagus apa DAC ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
CrinEar Protocol Micro merupakan DAC dongle kedua yang dirilis oleh CrinEar setelah CrinEar Protocol Max-nya. CrinEar memposisikan Protocol Micro sebagai versi lebih kecil dan terjangkau dari Protocol Max. Keunggulan utama dari Protocol Micro adalah fitur PEQ 8-band-nya yang membuat penggunanya bisa mengubah suara dari suatu IEM/Headphone yang mereka inginkan dengan harga yang paling terjangkau sejauh ini. Pengaturan EQ yang sudah disimpan juga akan terus ada (tidak direset) saat DAC-nya dipindahkan ke device lainnya. DAC dengan fitur seperti ini masih jarang ditemukan di kelas harganya
PACKAGING :
Harganya yang sangat terjangkau dan ukurannya yang kecil tidak membuat packaging dari DAC ini menjadi asal dibuat loh. DAC ini datang dengan box yang sangat proper, karena bahan box-nya tebal dan di dalamnya terdapat busa untuk menyimpan dan menjaga DAC-nya dari guncangan atau tekanan dari luar saat pengiriman. Tampilannya juga simpel dan minimalis, khas produk CrinEar. Di depannya kita bisa melihat gambar sketsa dan juga nama dari DAC-nya yang diwarnai putih dengan background-nya yang berwarna hitam.

Gambar Packaging CrinEar Protocol Micro
DESAIN & BUILD QUALITY :
Mimin suka sekali dengan tampilan dan build quality dari DAC ini. Tampilannya sangat simpel dan minimalis. Material dari housing type-C dan port jack-nya terasa solid dengan warna full hitam. Di housing type-C nya juga terdapat logo dari CrinEar yang berwarna silver. Kabel yang menghubungkan type-C dan port jack-nya juga terasa fleksibel dan soft. Jadinya pengguna dari DAC ini tidak perlu mengkhawatirkan apabila nanti kabelnya tertekuk. Karena ukurannya yang kecil, pastinya membuat bobot dari DAC ini menjadi sangat ringan.
SPECIFICATIONS :
Untuk spesifikasi singkat dari DAC/AMP CrinEar Protocol Micro ada di bawah ini:
DAC Chip: Modified SPV4040 DAC
Maximum Power Output: 30mW (@32Ω)
Output Impedance: <0.4Ω
THD+N @1kHz 0dBFS: <0.009%
Microphone Compatibility: Yes
Connection: USB-C
PEQ: 8-band Parametric EQ
USER EXPERIENCE :
Pengalaman Mimin saat menggunakan DAC ini overall sangat positif. Salah satu hal yang membuat Mimin suka menggunakannya adalah ukurannya yang sangat compact. Jadinya DAC ini bisa banget dipakai untuk menemani kegiatan sehari-hari kalian, seperti commuting, gaming, atau sekedar bersantai di rumah. Oh ya, DAC ini juga support mic. Jadinya apabila IEM kalian memiliki mic, DAC ini bisa kalian gunakan untuk bertelepon, online meeting, ataupun berkomunikasi dengan orang lain saat bermain game.
Daya yang dipakai dari DAC ini saat dipasangkan ke laptop maupun ke smartphone pun masih terbilang awet loh. Penggunaan Mimin selama setengah jam ke laptop hanya memakan daya sebesar 6%. Sedangkan saat Mimin menggunakan DAC ini ke smartphone Mimin yang memiliki kapasitas baterai 6500mAh, daya yang dihabiskannya hanya 2%. Selama pemakaiannya pun, DAC ini tidak terasa panas sama sekali. Mungkin karena daya yang diterimanya memang tidak terlalu besar ya.

Gambar CrinEar Protocol Micro dengan Smartphone
Untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), DAC ini masih cukup untuk men-drive kebanyakan IEM Mimin seperti 7hz x Crinacle Salnotes Zero 2. Dengan IEM tersebut, saat DAC ini dipasangkan ke laptop, Mimin hanya membutuhkan volume sebesar 3%. Sedangkan saat DAC-nya dipasangkan ke smartphone, Mimin hanya membutuhkan volume sebesar 1 dari 15 klik, atau 7% dari volume maksimalnya.
Cara Memasukkan Profil EQ ke CrinEar Protocol Micro
- Buka Graph.hangout.audio melalui browser, lalu pilih Graph Tool yang diinginkan. Untuk pengguna DAC, CrinEar merekomendasikan menggunakan EQ Tool. Catatan: Fitur ini tidak tersedia pada browser Firefox.
- Klik “Connect To Device” untuk menghubungkan Graph Tool dengan Protocol Micro.
- Jika Protocol Micro sudah terhubung dengan komputer dengan benar, akan muncul window yang menampilkan perangkat “Protocol Micro”. Klik “Connect” untuk melanjutkan.
- Pada menu dropdown, pilih “Custom”.
- Buat profil PEQ (Parametric EQ) sesuai dengan preferensi suara yang diinginkan.
- Protocol Micro mendukung hingga 8 band PEQ, sehingga pengguna dapat melakukan penyesuaian pada maksimal delapan titik frekuensi secara terpisah.
- Setelah profil EQ selesai dibuat, klik “Push To Device” untuk mengunggah dan menyimpan profil PEQ tersebut langsung ke Protocol Micro.
- Setelah proses selesai, profil EQ akan tersimpan di perangkat dan dapat digunakan sebagai system-wide PEQ.
- Tidak diperlukan software tambahan agar pengaturan PEQ tersebut tetap aktif ketika Protocol Micro digunakan pada perangkat kompatibel lainnya. Dengan demikian, profil EQ yang sudah disimpan di DAC dapat tetap digunakan tanpa perlu menjalankan aplikasi atau software EQ tambahan saat melakukan playback.
SUARA :
Karakter suara yang diberikan dari DAC ini menurut Mimin termasuk netral. Namun apabila diteliti lagi lebih lanjut, mungkin akan terasa sedikit sekali tambahan di frekuensi mid bass, upper mid, dan juga upper treble. Jadinya DAC ini akan memberikan suara seperti yang seharusnya dihasilkan oleh suatu IEM, terutama pada IEM multi driver atau IEM lain yang sensitif terhadap perubahan output impedance.
Jadinya saat DAC ini kita gunakan tanpa mengatur EQ-nya, suara yang dihasilkannya akan terasa bersih dan transparan. Karena memang Protocol Micro ini tidak dibuat untuk memberikan karakter suara tertentu secara hardware.

Gambar CrinEar Protocol Micro dengan CrinEar Daybreak
Bass:
DAC ini bisa memberikan sensasi suara bass yang apa adanya, namun dengan sedikit tambahan pukulan dari mid bass-nya. Tambahannya tersebut tidak membuat IEM-nya terasa menjadi terkolorasi. Suara dari IEM yang Mimin gunakan masih terdengar sebagaimana mestinya. Getaran dan sensasi dalam yang dihasilkan sub bass-nya masih terdengar jelas. Hentakan atau punch dari mid bass-nya juga masih terdengar solid dan berisi.
Mid:
Suara vokal yang diberikan oleh DAC ini terasa sedikit saja lebih maju dan berenergi. Vokal yang dihasilkan oleh penyanyi perempuan maupun laki-lakinya masih terdengar natural dengan bobot yang pas. Vokalnya tidak terdengar menjadi tipis maupun tebal.
Treble:
Sama seperti bagian suara lainnya, suara treble yang dihasilkan dari DAC ini masih terdengar seperti apa yang seharusnya dihasilkan oleh suatu IEM. Treble-nya tidak terasa menjadi bertambah maupun berkurang. Jadinya IEM kalian tidak akan terasa menjadi lebih sibilance, dan tidak akan juga menjadi lebih smooth.
TEKNIS :
Teknikalitas yang diberikan oleh DAC ini masih termasuk bagus untuk di kelas harganya. Rasanya DAC ini masih bisa memberikan resolusi suara yang baik. Dinamika yang dihasilkannya juga masih terasa. Ditambah lagi dengan clarity-nya yang masih bening dengan detail yang masih terdengar jelas, membuat DAC ini menjadi sulit untuk dilewatkan.
PENUTUP :
CrinEar Protocol Micro merupakan DAC dongle yang menawarkan pengalaman penggunaan yang sangat praktis berkat ukurannya yang compact, konsumsi daya yang rendah, serta fitur 8-band PEQ yang dapat disimpan langsung ke dalam perangkat. Karakter suaranya sendiri cenderung netral dan bersih, dengan sedikit tambahan pada mid-bass, upper mid, dan upper treble, sehingga suara IEM tetap terdengar natural tanpa mendapatkan banyak bumbu suara dari DAC. Ditambah dengan teknikalitas yang masih bagus di kelas harganya, Protocol Micro menjadi DAC yang menarik bagi pengguna yang menginginkan suara bersih sekaligus fleksibilitas dalam mengatur karakter suara IEM mereka.
Secara keseluruhan, Protocol Micro sangat cocok untuk pengguna yang membutuhkan DAC berukuran kecil, hemat daya, dan memiliki fitur PEQ praktis tanpa harus menggunakan software tambahan ketika berpindah perangkat. Dengan harga yang terjangkau, fitur PEQ yang jarang ditemukan di kelas harganya, serta performa suara yang bersih dan teknikalitas yang baik, DAC ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mendapatkan fleksibilitas tuning dengan perangkat yang sederhana.

Gambar Keseluruhan CrinEar Protocol Micro
Cocok untuk pengguna yang:
- Menginginkan DAC yang sangat compact dan ringan untuk penggunaan sehari-hari.
- Membutuhkan DAC yang support mic untuk berkomunikasi.
- Membutuhkan fitur PEQ untuk menyesuaikan karakter suara IEM/Headphone.
- Sering berpindah-pindah perangkat, karena profil EQ tersimpan langsung di DAC.
- Mengutamakan konsumsi daya yang rendah dari smartphone maupun laptop.
- Menyukai karakter suara yang netral, bersih, dan transparan.
- Mengutamakan teknikalitas seperti resolusi, clarity, detail, dan dinamika yang tetap baik di kelas harganya.
Kelebihan:
- Fitur 8-band PEQ yang dapat disimpan langsung ke perangkat.
- Profil EQ tetap tersimpan ketika DAC dipindahkan ke perangkat lain.
- Tidak membutuhkan software EQ tambahan saat playback.
- Ukuran sangat compact dan bobot ringan.
- Support Mic.
- Konsumsi daya relatif rendah.
- Tidak terasa panas selama penggunaan.
- Build quality terasa solid dengan kabel yang fleksibel.
- Karakter suara netral, bersih, dan transparan.
- Resolusi, clarity, detail, dan dinamika masih bagus untuk kelas harganya.
Kekurangan:
- Bukan DAC yang mengandalkan power.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




