Review Arisyn Huo Shu CU
Ayoo… Siapa di sini yang suka sama IEM Arisyn Huo Shu? Di Bass Audio sekarang ada versi special editionnya nih. Kali ini IEM-nya datang dengan banyak sekali peningkatan, terutama dari bahan housing serta packaging-nya yang jauh lebih premium. Nama dari IEM ini adalah Arisyn Huo Shu CU. Apakah ada upgrade dari sektor suaranya? Yuk kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
Arisyn merupakan brand yang masih baru di Indonesia. Mereka sudah berhasil memantapkan brand-nya dengan IEM pertama yang mereka buat, yaitu Arisyn Huo Shu. IEM tersebut bisa diminati oleh banyak orang karena tuningannya yang cocok untuk pecinta lagu vokalan perempuan.
Dengan keberhasilan tersebut, Ariysn kali ini datang kembali dengan merilis seri spesial dari IEM tersebut yang diberi nama Arisyn Huo Shu CU. Nama CU dari IEM ini menunjukan kalau bahan housing yang digunakannya adalah brass yang didalamnya terkandung copper (CU)-nya. IEM ini juga memiliki packaging yang lebih mewah dan lengkap. Teknikalitas dari IEM ini juga mengalami peningkatan tanpa terlalu banyak mengubah tuningan suara dari versi sebelumnya. Konfigurasi driver yang digunakannya juga masih sama, yaitu 10mm LCP (Liquid Crystal Polymer) Composite Diaphragm Dynamic Driver. Dengan semua keistimewaan tersebut, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga 5,2 jutaan.
PACKAGING :
Box dari IEM ini memiliki ukuran yang sangat besar. Mungkin menjadi yang paling besar bila dibandingkan hampir semua IEM dengan harga di bawah 10 jutaan. Di depan box-nya kita bisa melihat gambar pemandangan Festival Lentera, dengan keindahan cahaya lentera dan juga pohon berdaun orangenya. Hal itu sesuai dengan nama dari Hou Shu itu sendiri yang berarti Fire Tree atau pohon api.

Gambar Packaging Arisyn Huo Shu CU
Saat kita buka box kardus luarnya, kita akan mendapatkan tas berupa kotak hardcase yang hampir sama besarnya, wkwk. Barulah di dalamnya kita akan mendapatkan:
- Sepasang IEM Arisyn Huo Shu CU
- Kabel Chao Zhong II / Morning Bell II
- 3 pasang eartips putih balance
- 3 pasang eartips hitam pendek
- Leather Storage Case
- Huo Shu CU Collectible Transparent Display Brick
Untuk sebuah IEM di kelas harga segini, IEM ini sangat berani memberikan packaging dan pengalaman unboxing semewah ini.
DESAIN :
Bentuk dari housing-nya kurang lebih masih mirip dengan Huo Shu original, namun bahan dari housing ini terbuat dari brass yang diproses menggunakan CNC machining. Material brass tersebut memiliki kepadatan yang sangat tinggi yang juga berfungsi sebagai internal damping alami. Menurut Arisyn, material ini dapat membantu untuk mengontrol resonansi suara. Finishing chamber-nya juga sudah melalui proses garnet sandblasting dengan 18K genuine gold plating yang membuatnya menjadi tahan terhadap korosi.
Selain itu, faceplate yang digunakannya merupakan Zambian Padauk Wood. Kayu alami yang berasal dari Afrika dengan tekstur yang keras dan padat, berwarna merah gelap, serta memiliki pola serat yang unik. Menariknya bahan kayu ini juga dikenal karena dapat digunakan untuk membuat alat musik bersenar seperti gitar dan violin. Dengan bahan-bahan premium tersebut, dapat dipastikan kalau build quality dari IEM ini sudah termasuk yang sangat kokoh dan solid.

Gambar Desain Arisyn Huo Shu CU
Selain housing dari IEM-nya, kabel bawaan dari IEM ini juga tidak kalah premiumnya loh. Nama dari kabel ini adalah Arisyn Chao Zhong 2. Mimin suka dengan kabel ini karena masih termasuk lentur untuk sebuah kabel yang cukup tebal. Kabel ini terbuat dari beberapa bahan, yaitu Silver Alloy, PCUHD, 6N OCC, High-Purity Copper-Plated Silver, yang dibuat menjadi 2 strands. Tampilan kabel ini juga makin terlihat sangar karena bentuk dari splitter-nya yang sangat besar dan premium. Mimin juga sama sekali tidak merasakan adanya masalah microphonic saat kabelnya bergesekan dengan pakaian.
FITTING :
Secara bentuk, IEM ini masih terasa ergonomis. Bentuknya tidak terlalu datar dan kaku. Masih terdapat lekukan yang cocok untuk dipakai kebanyakan orang. Diameter nozzle-nya juga masih terbilang normal. Mimin masih bisa memasangkan banyak eartips lain dengan mudah ke nozzle dari IEM ini.
Yang perlu diperhatikan soal fitting dari IEM ini adalah berat dari housing-nya. Hal itu karena housing-nya terbuat dari brass yang memiliki kepadatan sangat tinggi bila dibandingkan dengan material housing IEM lainnya. Masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan cara memilih eartips yang sesuai serta menggunakan kabel dengan bentuk earhook yang cocok di daun telinga kalian.

Gambar Bentuk Housing Arisyn Huo Shu
DRIVABILITY :
IEM ini menurut Mimin masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan ke DAC/AMP iBasso DC07 Pro. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 12-15% dari 100%.
SUARA :
Di penjelasan suara dari IEM ini, Mimin lebih sering menggunakan eartips putihnya. Itu karena eartips ini memiliki bahan yang lembut dan kenyal, membuatnya menjadi nyaman untuk digunakan dalam waktu yang cukup lama.
Menurut Mimin, IEM ini memiliki suara yang termasuk mid centric yang agak warm. Yang menjadi highlight utama dari suara IEM ini adalah vokalnya yang sweet, smooth, dan berbodi. Bass yang dihasilkannya juga terasa punchy dengan tekstur yang sangat jelas, serta treble-nya yang dibuat halus dengan energi yang jelas.
Untuk sebuah IEM dengan konfigurasi single DD di harga segini ternyata masih memiliki level teknikalitas yang masih terbilang bagus loh. Secara soundstage terasa cukup membulat, imaging masih presisi, separasi masih terasa pemisahan suaranya, resolusinya yang solid, dinamika yang jelas, clarity yang masih terjaga, serta timbre-nya yang sangat natural.

Gambar Grafik Suara Arisyn Huo Shu CU
BASS :
Menurut Mimin, IEM ini memiliki kuantitas bass yang pas. Fokusnya lebih ke mid bass daripada sub bass-nya. Oleh karena itu, IEM ini akan memberikan suara bass yang lebih memukul dan menghentak. Untungnya suara gemuruh dan sensasi dalam dari sub bass-nya masih tetap terasa karena sub bass-nya tidak dibuat menjadi roll off.
Bass yang dihasilkan dari IEM ini juga memiliki kualitas yang sangat baik. Contohnya saat Mimin mendengarkan lagunya “Remembrance” dari MYTH & ROID, suara pukulan dari bassnya bisa terasa padat dan sangat bertekstur. Bassnya terasa seperti memiliki reverb atau gaung yang satisfying. Kontrolnya juga masih termasuk baik. Mimin hanya merasakan sedikit saja bass yang menyeberang ke frekuensi mid-nya. Namun hal itu juga yang membuat vokalnya menjadi spesial. Hal ini akan Mimin bahas di subbab berikutnya. Secara keseluruhan, suara dari frekuensi lainnya tidak terasa terganggu, walaupun saat dipakai mendengarkan lagu yang fokusnya di bass.
MID :
Bagian frekuensi inilah yang menjadi kekuatan utama dari IEM ini. Kalau kalian suka mendengarkan lagu-lagu vokalan, baik itu vokal perempuan maupun laki-laki, pasti IEM ini akan membuat kalian takjub. Suara vokal yang dihasilkan IEM ini terdengar sweet, lush, dan berbobot.
Saat Mimin mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “One Two Three”, suara vokalis perempuannya terasa lebih maju dibandingkan vokalis laki-lakinya. Kedua suaranya bisa terdengar dengan jelas. Energi yang diberikan oleh penyanyi perempuannya bisa tersampaikan dengan baik tanpa ada yang tertahan. Suara vokalnya juga aman sekali dari shouty (suara vokal yang terlalu maju). Sedangkan untuk vokal laki-lakinya di lagu ini masih terasa berbodi dan berbobot. Vokal laki-lakinya sama sekali tidak terasa tipis. Suara alat musik di lagu yang sama juga masih bisa didengar dengan baik walaupun posisinya terasa lebih mundur daripada suara vokalnya.
TREBLE :
IEM ini memiliki suara treble yang smooth, tanpa kekurangan macro detailnya. Fokusnya lebih ke mid treble daripada lower treble dan upper treble-nya. Suara awal dari attack simbal masih terasa energinya. Energinya juga pas. Bukan yang kekurangan dan juga berlebihan. Sensasi splashy yang seharusnya ada dari crash simbal masih terdengar jelas disini. Timber yang dihasilkannya juga terdengar sangat natural dan organik. Suaranya bukan yang metalik ataupun plastiky.
Namun karena treble dari IEM ini dibuat smooth, jadinya sensasi suara sparkling dari upper treble dan juga gigitan yang biasa ada di lower treble tidak terasa menonjol di sini. Namun itu juga yang membuat IEM ini menjadi aman digunakan dalam waktu lama. Untuk Mimin sendiri, treble yang dihasilkan IEM ini masih terbilang aman dari sibilance, harsh, atau suara treble yang kasar. Pokoknya IEM ini aman sekali dipakai dalam waktu yang lama.
TEKNIS :
Level teknikalitas dari IEM ini masih cukup baik untuk sebuah IEM single DD di kelas harganya. Bagian teknis yang paling menonjol dari IEM ini ada di timbre-nya yang sangat natural. Soundstage-nya juga bisa terdengar 3D dan membulat. Suara yang muncul secara width (kanan-kiri), depth (depan-belakang), dan height (atas-bawah)nya bisa cukup setara, tapi bukan yang paling luas.
Untungnya secara imaging dan juga separasinya masih terbilang baik. Saat Mimin coba mendengarkan lagu yang berjudul “Playing with Ruby”, suara yang muncul bisa terasa cukup terpisah dengan arah yang lumayan presisi. Dinamika dan clarity yang dihasilkannya juga termasuk yang sangat baik di kelas harganya.
PENUTUP :
Arisyn Huo Shu CU merupakan IEM dengan karakter suara mid-centric yang agak warm, dengan vokal sebagai daya tarik utamanya. Suara vokal perempuan maupun laki-laki terasa sweet, smooth, lush, dan berbodi, sementara bass-nya memiliki impact yang mantap, punchy, bertekstur jelas, serta kontrol yang baik. Treble-nya dibuat smooth dan natural dengan energi yang tetap terasa. Untuk teknikalitas, Huo Shu CU juga masih memberikan performa yang baik untuk sebuah single DD, terutama dari timbre yang sangat natural, imaging dan separasi yang baik, soundstage 3D yang membulat, serta resolusi, dinamika, dan clarity yang solid.
Selain dari sektor suara, Huo Shu CU juga menawarkan build quality yang sangat kokoh melalui housing brass CNC dengan faceplate Zambian Padauk Wood, ditambah kabel Chao Zhong II yang tebal namun tetap lentur dan minim microphonic. Fitting-nya masih ergonomis, meskipun bobot housing yang berat.

Gambar Detail Arisyn Huo Shu CU
Cocok untuk pengguna yang seperti apa?
- Pengguna yang menyukai karakter suara mid-centric agak warm.
- Penikmat vokal perempuan maupun laki-laki.
- Pengguna yang menyukai vokal sweet, smooth, lush, dan berbodi.
- Pengguna yang menginginkan vokal perempuan yang lebih maju tetapi tetap aman dari shouty.
- Penikmat bass yang punchy, menghentak, padat, dan bertekstur.
- Pengguna yang menyukai treble smooth dan natural.
- Pengguna yang sensitif terhadap treble harsh, kasar, atau sibilance.
- Pengguna yang mengutamakan timbre natural dan organik.
- Pengguna yang menginginkan teknikalitas yang cukup baik dari sebuah single DD.
- Pengguna yang menyukai soundstage 3D dan membulat.
- Pengguna yang menginginkan build quality yang kokoh dan premium.
Kelebihan
- Tuning mid-centric agak warm yang terasa natural.
- Vokal perempuan dan laki-laki sama-sama terdengar baik.
- Vokal sweet, smooth, lush, dan berbodi.
- Vokal perempuan cukup maju tanpa terasa shouty.
- Vokal laki-laki tetap memiliki bobot dan tidak terasa tipis.
- Bass punchy dan memiliki impact yang solid.
- Tekstur bass sangat jelas dengan sensasi reverb/gaung yang satisfying.
- Treble smooth tetapi tetap memiliki energi.
- Timbre sangat natural dan organik.
- Aman dari sibilance dan harshness.
- Soundstage terasa 3D dan membulat.
- Imaging cukup presisi dengan separasi yang masih baik.
- Resolusi, dinamika, dan clarity tergolong baik di kelas harganya.
- Housing brass CNC terasa sangat kokoh dan solid.
- Faceplate Zambian Padauk Wood memberikan material dan tampilan premium.
- Kabel Chao Zhong II cukup tebal tetapi tetap lentur dan minim microphonic.
Kekurangan
- Bobot housing brass cukup berat.
- Sensasi sparkling upper treble dan gigitan/energi lower treble tidak terlalu menonjol.
- Tidak terlalu menonjolkan teknikalitasnya.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!




