7Hz Sonus II: Netral-Warm, Treble Natural, Teknikalitas Menawan!

7Hz Sonus II: Netral-Warm, Treble Natural, Teknikalitas Menawan!

Review 7hz Sonus II

7hz Sonus merupakan salah satu IEM dengan suara netral di bawah 1 juta yang pernah menjadi favorit banyak orang. Sekarang 7hz merilis lagi seri terbaru dari IEM ini yang bernama 7hz Sonus II dengan konfigurasi driver dan juga kelas harga yang berbeda. Apakah 7hz Sonus II dengan konfigurasi driver terbarunya bisa mempertahankan kepopulerannya di kelas harga atasnya? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!


PEMBUKA :

7hz Sonus II merupakan IEM kelanjutan dari 7hz Sonus lama. Sebelumnya Sonus lama menggunakan konfigurasi driver 1DD + 1BA, dengan suara yang termasuk netral atau neutral bright untuk beberapa orang. Konfigurasi driver tersebut berubah di 7hz Sonus II menjadi 1DD + 1 Micro Planar. Suaranya juga ikut berubah menjadi neutral warm. Selain itu, desain faceplate dari IEM ini juga menjadi lebih cantik dan istimewa bila dibandingkan dengan seri sebelumnya. Dengan semua peningkatan tersebut, 7hz Sonus II dijual di marketplace Indonesia dengan harga 1,5 jutaan.

Gambar 7hz Sonus II

PACKAGING :

IEM ini memiliki packaging yang mirip sekali dengan seri IEM sebelumnya. Di depannya kita dapat melihat gambar housing dan juga nama dari IEM-nya. Dari bagian depannya juga, kita bisa langsung mengetahui varian warna IEM yang ada di dalamnya. Terdapat 2 varian warna dari IEM ini, yaitu warna hitam dan silver. Unit yang Mimin pegang sekarang adalah varian yang berwarna hitam.

Gambar Paket Kelengkapan 7hz Sonus II

Saat kita buka bagian cover bagian luarnya, kita akan mendapatkan box berwarna oranye dengan logo dari 7hz berwarna silver. Di dalamnya terdapat:

  • Sepasang IEM 7hz Sonus II
  • Sebuah kabel
  • Sebuah softcase/pouch
  • 5 pasang eartips 7hz AET07
  • 3 pasang eartips 7hz AET08

Sejujurnya Mimin sangat suka dengan eartips 7hz AET07, karena dapat menghasilkan suara yang cukup netral dengan fitting yang termasuk nyaman juga untuk telinga Mimin. Secara keseluruhan, isi kelengkapannya sudah termasuk banyak dan sangat berguna.


DESAIN :

Kalau soal tampilan, faceplate dari 7hz Sonus II ini menurut Mimin menjadi yang paling cantik di kelas harganya. Faceplate-nya terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian luar yang terbuat dari aluminium kelas aerospace dengan finishing sandblasted dan anodized, serta bagian dalamnya yang berwarna seperti pelangi. Bagian luar faceplate-nya memiliki bentuk yang berongga agar dapat menampilkan bagian dalamnya. Kita juga bisa melihat logo 7hz pada masing-masing faceplate-nya.

Beralih ke bagian shell-nya, IEM ini menggunakan material plastik pada shell-nya yang diklaim ramah pada kulit. Bahannya termasuk yang solid dan rigid. Jadinya bukan material yang gampang retak atau pecah. Finishing antara faceplate dan shell-nya juga dibuat dengan sangat rapi. Mimin tidak menemukan adanya bagian yang kasar ataupun tajam dari keseluruhan housing-nya.

Gambar Faceplate 7hz Sonus II

Sedangkan untuk kabelnya masih sama seperti seri Sonus sebelumnya yang terdiri dari 4 strands kabel yang dibuat pipih. Warnanya putih dengan bahan yang sangat lentur, fleksibel, dan ringan. Material yang digunakannya adalah Silver-Plated OFC (Oxygen-Free Copper). Kabel ini tidak begitu memiliki masalah microphonic, namun karena bentuknya yang pipih membuatnya menjadi harus digulung dengan lebih berhati-hati agar lebih rapi.


FITTING :

Ukuran housing dari IEM ini termasuk yang sedang saja. Bukan yang paling besar ataupun paling kecil. Sepertinya kebanyakan orang bisa menggunakan IEM ini dengan waktu yang cukup lama karena ukurannya yang normal dan juga bobotnya yang ringan. Nozzle-nya juga memiliki panjang dan diameter yang masih terbilang normal. Mimin masih bisa memasangkan banyak jenis eartips ke nozzle dari IEM ini.

Gambar Bentuk Housing 7hz Sonus II

Namun yang perlu diperhatikan adalah lekukan yang ada pada shell-nya. Bentuk finch atau sayapnya dibuat agak lancip, jadinya mungkin ada beberapa orang yang tidak begitu nyaman menggunakannya. Hal tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan cara mengganti ukuran eartipsnya satu ukuran lebih besar. Jadi misalnya kalian yang biasa menggunakan eartips size S, coba ganti eartips tersebut ke ukuran MS. Menaikan size eartips dapat membuat bagian shell dari IEM-nya menjadi tidak begitu menempel ke concha/konka telinga kalian.

Untuk Mimin sendiri, bentuk shell seperti ini sangat pas mengunci ke konka telinga Mimin. Ukuran eartip yang biasa Mimin gunakan di IEM ini adalah size MS dan juga size M.


DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan 3.5mm single ended-nya ke DAC/AMP iBasso DC07 Pro. Di high gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini diantara 20-22% dari 100%.


SUARA :

IEM ini memiliki suara yang masih termasuk all rounder. Untuk Mimin sendiri suaranya cukup netral agak warm. Ciri khas netral dari sonus seri sebelumnya masih terasa, namun sekarang lebih fokus ke frekuensi bass nya. Bass yang dihasilkannya terasa lebih pas. Disertai juga dengan bobot vokal yang lebih berisi dan masih mempertahankan kebersihan di frekuensi mid-nya. Presentasi dari suara treble-nya juga masih mirip dengan Sonus lama, namun dengan eksekusi yang lebih smooth dan aman dari suara treble yang tajam. Hal itu juga yang membuat 7hz Sonus II memiliki timbre yang lebih natural dan bukan yang plastiky.

Kenaikan teknisnya juga masih terbilang setara atau bahkan melebihi kenaikan harganya. Mimin merasa kalau IEM ini memiliki level teknikalitas yang sangat kompetitif, mulai dari resolusi, imaging, separasi, layering, timbre, sampai ke dinamikanya yang memuaskan.

Gambar Grafik Suara 7hz Sonus II

BASS :

Kuantitas bass dari IEM ini terasa pas. Kalian tidak akan merasa kekurangan kuantitas bassnya seperti yang ada di seri sebelumnya. Fokus bass nya masih ke sub bass daripada mid bass-nya. Jadinya kita tetap akan merasakan sensasi dalam dari sub bass-nya, namun untuk beberapa orang mungkin akan merasa kekurangan pukulan di mid bass-nya. Untungnya bass yang dihasilkannya tidak terasa kering dan lemas.

Contohnya waktu Mimin coba mendengarkan lagu “Wasurerarenai no” dari sakanaction, suara ‘dug’ dari pukulan drum dan suara yang dihasilkan oleh bass gitarnya terasa lumayan berisi dan berbodi. Di lagu ini Mimin sama sekali tidak kekurangan hentakan dari mid bass-nya. Saat Mimin coba lagi di lagu lain yang berjudul “Otonoke” dari Creepy Nuts, suara hentakan dari mid bass-nya bisa terdengar dengan jelas. Getaran yang dihasilkan dari sub bass-nya juga masih tetap berasa.

Bass dari IEM ini mungkin bukan yang paling bertekstur di kelas harganya. Hal itu karena bass dari IEM ini memiliki transient speed yang termasuk gesit. Soalnya waktu Mimin coba mendengarkan lagunya Isyana Sarasvati & DeadSquad yang berjudul “IL SOGNO”, suara double pedal-nya masih bisa terdengar dengan baik dan bukan yang saling menumpuk ataupun keteteran. Selain itu, kontrol bass dari IEM ini juga termasuk yang sangat baik. Mimin tidak merasakan adanya suara bass yang mengganggu ke frekuensi lainnya. Overall suara bassnya terasa lumayan terpisah dari frekuensi mid dan juga treble-nya.


MID :

IEM ini juga memiliki suara mid yang termasuk bersih, jelas, lepas, dan manis. Suara vokal perempuannya terasa sedikit saja lebih maju daripada suara vokal laki-lakinya. Jadinya kedua jenis suara tersebut masih bisa dibilang balance dan bukan yang saling menutupi satu sama lain.

Saat Mimin mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “One Two Three”, bobot dari suara vokal laki-lakinya bisa terasa pas. Sama sekali tidak terdengar tipis ataupun terlalu berat. Suara vokal laki-laki seperti ini yang Mimin suka. Sedangkan di lagunya 9Lana yang berjudul “DYNA MIND”, suara vokal perempuannya masih terasa maju, jelas, sekaligus manis. Waktu penyanyinya berteriak, suara dari ujung vokalnya masih bisa didengar dengan sangat baik. Namun Mimin merasa kalau suara fundamental atau suara pokok dari vokalisnya terasa sedikit saja kurang energi. Suara vokalnya terasa seperti sedikit dibuat santai. Baiknya hal tersebut membuat IEM ini menjadi sangat aman dari suara vokal yang shouty.

Suara dari alat musiknya juga masih bisa didengarkan dengan baik. Secara posisi, suara alat musiknya sedikit saja berada di belakang suara vokalnya. Mimin juga merasakan kalau hampir semua suara alat musik yang dihasilkan dari IEM ini bisa terdengar dengan jelas, mulai dari bass gitar yang menghasilkan suara bernada rendah, sampai ke terompet yang bisa menghasilkan suara bernada tinggi bisa sama-sama terdengar dengan baik.


TREBLE :

Kalian yang sensitif dengan treble namun tetap ingin mendengarkan detail-detail di frekuensi treble pasti akan suka dan cocok dengan IEM ini. Suara treble-nya bisa terdengar jelas, namun dengan presentasi yang termasuk smooth. Hal tersebut bisa terjadi karena jenis driver yang digunakannya adalah Micro Planar. Belum lagi secara kuantitas, treble dari 7hz Sonus II ini juga sedikit dikurangi daripada 7hz Sonus lama.

Fokusnya lebih ke mid treble daripada upper treble-nya. Jadinya suara ‘ces’ dari attack simbalnya akan terasa memiliki energi yang cukup dan lebih dominan daripada suara ‘sst’ yang ada di upper treble-nya. Untungnya roll-off di upper treble dari IEM ini tidak dibuat sampai terasa dark. Mimin masih bisa sedikit merasakan sensasi sparkling yang biasanya muncul dari frekuensi upper treble-nya. Gigitan dari suara lengkingan atau distrosi gitar juga masih bisa terasa garang di sini, karena lower treble-nya masih cukup dibuat landai dari upper mid-nya. Timbre yang dihasilkannya terasa jauh lebih natural bila dibandingkan seri lamanya. Treble-nya sama sekali tidak terasa metalik ataupun plastiky. Pokoknya IEM ini memiliki suara treble yang paling Mimin suka di kelas harga under 2 juta.


TEKNIS :

Teknikalitas yang dimiliki IEM ini juga sangat bisa bersaing dengan IEM-IEM lain di kelas harganya. 7hz Sonus II memiliki beberapa keunggulan secara teknis. Contohnya seperti suara yang dihasilkannya bisa terasa terpisah-pisah dan seakan-akan seperti memiliki ruangan tersendiri (separasi dan layering-nya sangat baik). Belum lagi imaging-nya termasuk yang sangat presisi, resolusi suara yang jelas, detail yang masih terdengar dengan baik, timbre yang termasuk natural, sampai ke soundstage yang cukup 3D (membola), walaupun masih kurang secara depth (dimensi depan-belakang). Semuanya membuat IEM ini menjadi sangat mudah untuk direkomendasikan ke banyak orang.


PENUTUP :

7Hz Sonus II menawarkan karakter suara neutral warm yang terasa lebih berisi dibandingkan pendahulunya, terutama pada frekuensi bass dan bobot vokalnya. Bass-nya memiliki kuantitas yang pas, kontrol yang baik, serta transient yang cukup gesit, sementara midrange terdengar bersih dan jelas. Treble-nya juga menjadi salah satu daya tarik utama berkat presentasinya yang detail, smooth, dan natural tanpa menghilangkan sensasi sparkling maupun energi dari instrumen.

Selain karakter suaranya yang menyenangkan untuk berbagai genre, 7Hz Sonus II juga memiliki teknikalitas yang sangat kompetitif di kelas harganya. Resolusi, imaging, separasi, dan layering menjadi keunggulan yang menonjol, didukung timbre yang natural serta soundstage yang terasa tiga dimensi meskipun kedalamannya masih bisa ditingkatkan. Dengan desain yang menarik, fitting yang cukup fleksibel, dan kelengkapan yang berguna, IEM ini layak dipertimbangkan bagi pencari suara all-rounder di kelas harga 1,5 jutaan.

Gambar Keseluruhan 7hz Sonus II

7Hz Sonus II cocok untuk pengguna yang:

- Menginginkan karakter suara neutral warm yang seimbang dan serbaguna.

- Menyukai bass dengan sub bass yang terasa dalam, kontrol baik, dan transient cukup gesit.

- Mengutamakan vokal yang bersih, jelas, manis, dan tidak mudah terdengar shouty.

- Sensitif terhadap treble tajam, tetapi tetap menginginkan detail dan sensasi sparkling.

- Mengutamakan teknikalitas seperti resolusi, imaging, separasi, dan layering.

- Menginginkan IEM untuk menikmati beragam genre musik, mulai dari pop hingga musik dengan instrumen kompleks.

- Mencari desain faceplate yang menarik serta kelengkapan eartips yang cukup banyak.


Kelebihan:

- Karakter suara neutral warm yang all-rounder.

- Kuantitas bass terasa pas dan lebih berisi dibandingkan Sonus generasi sebelumnya.

- Sub bass memiliki sensasi kedalaman yang baik.

- Bass terkontrol dengan baik dan tidak mengganggu frekuensi lain.

- Transient bass cukup gesit, sehingga pukulan drum cepat tetap terdengar jelas.

- Midrange bersih, jelas, lepas, dan manis.

- Vokal laki-laki dan perempuan terdengar relatif seimbang.

- Vokal tidak mudah terdengar shouty.

- Treble detail dengan presentasi yang smooth.

- Timbre treble natural, tidak metalik ataupun plastiky.

- Masih memiliki sensasi sparkling dan energi pada instrumen bernada tinggi.

- Resolusi dan detail suara sangat kompetitif di kelas harganya.

- Imaging presisi, dengan separasi dan layering yang sangat baik.

- Soundstage terasa tiga dimensi.

- Desain faceplate menarik, finishing rapi, kabel ringan dan fleksibel, serta pilihan eartips bawaan yang berguna.


Kekurangan:

- Dimensi kedalaman soundstage atau posisi depan-belakang masih bisa ditingkatkan.

- Bentuk lekukan atau sayap housing yang agak lancip mungkin kurang nyaman bagi sebagian pengguna.

- Kabel bawaan yang pipih perlu digulung dengan lebih hati-hati agar tetap rapi.


Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!