Des 5th, 2016

Alpha & Delta D2m

Disclaimer: This review is made by one of our friend in the local community, Darryn HS and presented in Bahasa.

Alpha & Delta, ketika mendengar merk ini untuk pertama kali, yang terlintas dalam benak saya yaitu salah satu produk brainwavz, dan ternyata salah… Alpha & Delta merupakan in-house brand dari salah satu toko audio yang terkenal di Singapura yaitu lendmeurears, sama seperti mp4nation dengan brand Brainwavz dan Jaben dengan Hippo/Mook (CMIIW). Alpha & Delta saat ini baru mengeluarkan 2 produk, yaitu AD01 dan D2 (D2M untuk versi mic-nya), kebetulan unit yang saya review ini yaitu D2M yang memiliki mic dan volume control… D2/D2M sendiri ditujukan sebagai sebuah Sports Earphones, seperti Brainwavz XF200. di Harga kisaran 490 ribuan, does it perform beyond its price? monggo lanjut baca kebawah

Packagingnya cukup sederhana dan humble… not as flashy as his step brother, Brainwavz XF200, di dalam paket pembeliannya terdapat 6 pasang silicon tips. 3 pasang tips silicon hybrid warna smoke dengan noozle red, 3 pasang lagi tips silicon warna hitam dengan ukuran standar S/M/L, dan 2 pasang foam tips. Lalu ada clip, semi hard case, serta manual… casenya sendiri gak sebagus brainwavz, just a plain generic black one… persis seperti case bawaan hippo vb. Not a bad thing, masih bisa melindungi earphone kesayangan kok .

Lanjut ke design & build quality, desainnya cukup simpel dan plain, gak keliatan rugged dan sturdy kayak Brainwavz XF200 atau Basic IE300… desain housingnya mengingatkan saya akan J-Phonic K2SP… dengan finishing matte/doff dan logo Alpha & Delta dengan strip merah membuat penampilannya jadi cukup manis, namun hati2 bagi yang tangannya suka berminyak, bakalan gampang nempel minyaknya di housingnya .

Untuk build qualitynya sih saya rasa bagus, kalo dipegang langsung di tangan terasa kokoh dan solid, gak kayak XF200 yang kalo dipegang jadi terasa lebih ringkih dan kopong apabila dibandingkan dengan D2M. Wajar saja sih mengingat banderol D2M lebih mahal dibandingkan XF200. Tapi sayangnya di bagian plug, D2M terlihat lebih sederhana dan not as rugged as XF200, just a plain straight one.

Sedikit berbeda dengan earphone kebanyakan yang menaruh mic dan volume control di kabel sebelah kiri atau sebelah kanan, pada D2M bagian Mic dan Volume controlnya yang berbentuk slider ini menyatu sekaligus dengan Y Splitter. Dan jika pada earphone kebanyakan volume control berfungsi selayaknya remote, lain halnya dengan D2M dimana volume controlnya diatur langsung dari modulnya dan tidak mempengaruhi volume pada source. Seperti suvov, salah satu earbuds yang dulu sempat tenar disini. Dan volume control model seperti ini akan menjadi pisau bermata dua, either good or bad, tergantung sudut pandang pendengarnya. Mengapa demikian? akan saya ulas pada bagian selanjutnya

Fittingnya sendiri cukup nyaman dan isolasi suara yang decent. memory wirenya yang berbentuk seperti heatshrink, mirip-mirip dengan Brainwavz XF200 namun warnanya putih transparan dan bahannya jauh lebih lentur dibandingkan dengan XF200. Untuk review ini saya menggunakan tips silicone hybrid ukuran M.

And finally, how it sounds?

saya menggunakan The Bit Opus#1 dan Xiaomi mi4 + Spotify as a source, D2M sendiri sudah burn in sekitar 80 jam, pemakaian normal -+ 3 minggu.. lagu2 mainly campur2 dari metal hingga j-pop. List lagu bisa dicek disini-> (http://puu.sh/rmbGv/7559d3853f.txt) . namun pada review ini adakalanya saya juga menggunakan lagu selain yang terdapat pada list. jadi anggap aja sebagai gambaran selera lagu saya seperti apa πŸ˜€

Overall suaranya balance, dengan sedikit emphasize pada bass dan sub bass… tonalnya warm, a bit dark… stagingnya rada sempit & boxy, forward in your face, namun memiliki separasi serta positioning instrumen yang cukup baik. Lebih lengkapnya simak tulisan dibawah ya, jangan lupa kalo review ini murni subjektif, masing2 orang impresinya bisa sedikit berbeda πŸ˜€

Low Sector :
“Bass!!! bassnya gila!” itulah yang pertama saya rasakan ketika mendengarkan IEM ini, Really solid, big bodied, punchy, hitting deep…a bit boomy tapi masih terkontrol dengan baik. Teksturnya pun cukup bagus, benar2 akan sangat memuaskan para basshead. Yang bikin saya kagum bassnya sendiri mampu beradaptasi sesuai dengan lagunya, di lagu2 EDM atau pop akan terasa sekali bass yang overwhelming dan menggebu2, di lagu “Itu Kamu” akan terasa gebukan bass drum yang solid dan punchy sehingga terasa sampai tenggorokan… yet it snappy enough ketika mendengarkan lincahnya kick drum Nao Kawakita serta betotan bass Ue-chan dari Band Nu Metal asal Jepang, Maximum The Hormone pada album mereka “Yoshuu Fukushuu” …

Sayangnya gak bisa lebih snappy lagi, karena bassnya sedikit keteteran ketika mendengarkan Disasterpiece by Slipknot atau My Last Serenadenya Killswitch Engage… sebenernya gak hanya bassnya aja sih, karakter keseluruhannya yang warm dan bassy dengan treble yang terbilang lembut membuat D2M menjadi kurang cocok dengan model2 lagu kayak gini, πŸ™‚),.

Mid Sector :
Next di bagian midnya, warm and full bodied yet energic…vokalnya tebal, warm & sweet, walau posisi vokalnya sedikit recessed dibanding instrumennya. Semakin banyak instrumen pada lagu, semakin terasa mundur vokalnya. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu “Itu kamu” dan “kataji” dari Yura… di bagian upper midnya terasa sedikit peaky & harsh…apalagi bila vokalnya banyak bermain di nada – nada tinggi.

Namun tenang, pada lagu yang saya sebutkan diatas tadi peaknya masih sangat tolerable dan nyaman di telinga. Bahkan di beberapa lagu mainstream pun nyaris tidak terasa ada peak. Tapi akan menjadi sedikit annoying ketika ketemu dengan lagu-lagu yang recordingnya kurang baik seperti beberapa lagu-lagu anisong yang banyak memiliki suara vokal2 yang melengking atau string2 yang bermain di nada tinggi, apalagi kalau bertemu dengan “Cagayake Girls”-nya Houkago Tea Time dari anime K-On yang menjadi salah satu lagu andalan saya dalam mengetes seberapa “pengampun” cans pada lagu yang kualitas recordingnya kurang baik. Tapi peak dan grain ini sebenernya bukanlah hal yang buruk bagi penggemar lagu2 rock karena akan memberikan kesan yang lebih lively dan energic pada lagu, seperti ketika mendengarkan lagu-lagu sejenis Maximum the Hormone atau System of a Down.

Sebenarnya masalah ini bisa diatasi dengan memainkan volume slidernya… setidaknya itulah yang secara tidak sengaja saya temukan ketika memainkan volume slidernya yang ternyata juga mempengaruhi suaranya. Pada saat review ini dibuat, saya menyetel Volume Dap saya di 88/150, dan Volume Slider pada Posisi 100%. Ketika slidernya diturunkan dan volume pada source dinaikkan agar mencapai level db yang setara (Volume Dap 105/150, Volume Slider -+ 95%)
, maka peak pada uppermid menjadi lebih jinak, dengan drawback suara vokal yang menjadi a bit husky. Saya tidak tahu apakah ini merupakan hal yang positif atau negatif. It’s up to you to decide πŸ˜€

High Sector :
Treblenya smooth and lush, sedikit Roll off namun masih terasa extend with a slight hint of airiness. Detailnya pun oke, gak bikin capek kuping tentunya. Walau jujur, untuk selera saya masih kurang sparkle. Kesannya seperti sembunyi dibelakang mid dan bassnya. πŸ˜€

Other Sector :
Soundstagenya bisa dibilang intim, boxy, rada sempit dan benar2 in your head namun separasinya cukup baik, pemisahan instrument lumayan terasa walaupun masih agak nge-blend. Overall kesannya seperti sedang menikmati sebuah studio show atau di live house kecil. Good or Bad? tergantung selera… jika anda senang dengan presentasi suara yang forward dan intim, this IEM is a good choice for you πŸ˜€

Conclusion :
Overall, Sebagai merk yang terhitung baru, Alpha & Delta mampu melakukan pekerjaannya dengan baik pada D2M. Di harga Rp 490.000 dengan paket penjualan serta aksesoris yang lengkap tentu menjadi alternatif yang sangat baik bagi orang – orang yang mencari sebuah earphone yang buildnya bagus, suara yang enjoyable, serta worry free ketika digunakan untuk berolahraga yang sedikit ekstrim ataupun kegiatan lainnya. Walau masih ada beberapa kekurangan tapi overall price to performancenya menurut saya sangat oke. For a newcomer, Alpha & Delta really doing a good job!!!

 

14470466_10209309540753020_7344738888226033328_n 14484913_10209309539672993_5011314987878266711_n 14479703_10209309540953025_3658414243971079923_n 14470430_10209309539792996_3920942359166183889_n 14516356_10209309539832997_1018831936500895333_n

X